Tanjungpinang, (MetroKepri) – Aktivitas bongkar muat barang kapal Perintis tidak lagi di tengah laut Pelabuhan Sri Bintan Pura. Saat ini, kapal tersebut sandar di Pelabuhan Sri Payung Km 6 Tanjungpinang.
Hal itu sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat penambang boat barang di pesisir Kota Tanjungpinang.
Bahkan, puluhan boat jasa angkutan barang ke kapal Perintis tersebut, saat ini berjejer rapi dan terikat di ujung Pelantar 2, Hotel Laut Jaya Tanjungpinang.
Kondisi itu, diketahui sudah hampir dua bulan. Boat tersebut tidak beroperasi dikarenakan tidak ada lagi yang menggunakan jasa angkutan barang.
Salah seorang pelaku jasa angkutan barang Pelantar II, Yanto, mengatakan saat ini para penambang boat barang sudah tidak ada lagi pemasukan.
“Kapal Perintis sekarang bongkar di pelabuhan batu 6. Jadi, kami tidak ada pemasukan. Boat saya ini, sudah dua bulan diikat disini (Pelantar 2),” ujar Yanto, saat ditemui di boatnya, Senin (16/06/2025).
Hal ini juga dialami puluhan penambang boat barang di Tanjungpinang. Diantaranya, penambang KUD, Kampung Bugis dan Pelantar 2.
“Ada 20 boat yang terdampak. Karena, kami bergantung dari jasa angkutan barang ke kapal saja. Saya sudah puluhan tahun mengais rezeki dari boat ini,” paparnya.
Yanto berharap, ada solusi dan perhatian dari pemerintah terkait nasib dan perekonomian mereka saat ini.
“Sudah dua bulan tidak ada pemasukan. Makan saja ngutang sekarang ini,” keluhnya.
Hal senada juga dirasakan oleh penambang boat penyeberangan penumpang Pelantar 2 – Kampung Bugis, Seran. Ia mengaku, Kapal Perintis pindah ke Pelabuhan Sri Payung Km 6 Tanjungpinang, berdampak bagi perekonomian mereka.
“Sangat berdampak. Ketika masih di Pelabuhan Sri Bintan Pura, kami dapat rezeki dari angkutan barang. Sekarang, tidak ada lagi,” ucapnya singkat. (*)
Penulis: Alpian Tanjung
Editor : Red
