Natuna, (MetroKepri) – Mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien Covid -19, Pemerintah Daeerah Natuna berencana akan menambah ruang isolasi sebanyak 42 tempat tidur.
Sebelumnya, kapasitas penampungan tempat isolasi terpadu di Asrama Haji komplek Masjid Agung Natuna hanya mampu menampung sebanyak 180 orang.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Aris Munandar meninjau langsung persiapan serta melakukan diskusi terhadap tenaga medis yang bertugas di Asrama Haji.
Saat dimintai keterangannya, Wan Aris mengatakan, salah satu antisipasi terjadinya over kapasitas penampungan pasien Covid-19 di Asrama Haji akan ada penambahan ruangan untuk isolasi.
“Kemarin saya dapat informasi bahwa akan ada penambahan untuk ruangan isolasi. Maka, saya mengecek langsung persiapannya seperti apa, ternyata memang ruangan untuk isolasi terpadu ini sudah ditambah, namun kesiapannya menurut saya masih belum begitu cukup untuk kita masukkan pasien. Tadi saya juga telah berkoordinasi dengan penyedia ruangan dan InsaAllah dalam waktu dekat mereka akan membenahi itu dan melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ucap Wan Aris, Sabtu 17 Juli 2021.

Dalam peninjaunnya kali ini, ada beberapa temuan salah satunya kurang koordinasi antara pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan bagian fisik tempat isolasi terpadu.
“Sehingga terjadilah mis komunikasi,” katanya.
Mengenai ruangan untuk pelayanan IGD atau UGD, Wan Aris juga menjelaskan, akan melakukan koordinasi ke Dinas Kesehatan, apakah tempat isolasi terpadu diperbolehkan menyediakan ruangan IGD dan UGD.
“Inikan kita belum tau, apakah ditempat isolasi terpadu ini diperbolehkan atau tidak untuk disediakan ruangan IGD dan UGD. Kalau memang ruang untuk pelayanan IGD atau UGD ini diperbolehkan, saya akan menyarankan agar di tempat isolasi terpadu ini disediakan ruangan untuk penanganan IGD dan UGD,” jelasnya.
Sesuai informasi akhir, jumlah pasien yang menjalani isolasi di Asrama Haji sebanyak 111 orang dewasa dan remaja, dan 15 orang anak-anak. (Manalu/Rilis)
