
Natuna, (MK) – Setelah terlaksananya program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang membangunan berbagai infrastruktur di Kecamatan Midai pada tahun 2015 lalu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0318 akan kembali melaksanakan pembangunan rangkaian giat TMMD pada Mei tahun 2017 mendatang.
Nantinya, TMMD akan melaksanakan pembangunan di Kampung Segeram Kelurahan Sedanau.
Meski sulitnya akses jalan menuju Kampung Segeram tersebut, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0318 Natuna, Letkol Ucu Yustiana melalui Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) Mayor Oki Fikriansyah tetap melakukan peninjauan langsung. Tim peninjau dibagi menjadi dua tim yakni tim darat menggunakan motor Trail karena akses jalan untuk roda empat belum ada, kemudian tim laut menggunakan Sea Rider dari Pelabuhan Binjai menuju pelabuhan rakyat Segeram, pada Rabu 1 Februari 2017 sekitar pukul 08.00 WIB.
Selain itu, sejumlah program fisik akan disejalankan pada TMMD di Kampung Segeram yakni berupa pembukaan infrastruktur jalan, rehabilitasi Mushola Anur, rehabilitasi SD 015, rehabilitasi Puskemas Pembantu (Pustu) Segeram dan peningkatan optimilisasi tenaga surya sebagai penghasil daya listrik.
“Bulan Mei nanti, beberapa program fisik akan dikerjakan seperti pembukaan jalan sepanjang 5 kilo meter lebih dengan lebar jalan 5 meter. Hal itu agar akses jalan bisa ditempuh melalui darat yang ditembuskan sampai bendungan Klarik dan akan berkordinasi dengan Pemerintah Natuna agar daya listrik dari tenaga surya bisa diperbaiki dan pembangunan infrastruktur lainya,” ucap Mayor Oki saat meninjau lokasi di Segeram, Rabu (1/2).
Selain program fisik, masih kata Mayor Oki, juga akan melakukan giat pengobatan masal dan sosialisasi wawasan kebangsaan serta peningkatan di sektor perikanan dan pertanian.
“Tahun 2017, program pembukaan sawah akan dibuka seluas 100 hektar di Klarik, Kecamatan Bunguran Utara,” ujarnya.
Dengan adanya rencana tersebut, warga Segeram sangat menerima dan menyambut kehadiran Kodim 0318, dimana masyarakat berharap bisa menempuh jalur darat menuju Klarik dan Ibu Kota Ranai nantinya. Karena, masyarakat selama ini hanya menghandalkan kapal pompong sebagai satu – satunya sarana transportasi. (KALIT)
