Natuna, (MK) – Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lanal) Ranai membentuk Satgas Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). Satgas ini juga untuk menjaga perairan Natuna khususnya di wilayah laut Klarik Kecamatan Bungaran Utara dari para penjarah benda antik atau harta karun dalam BMKT.
Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin menyampaikan, isu adanya kapal tenggelam sekitr 900 tahun silam yang akan diangkat/ penelitian. Hal itu akan dicegah.
“Saat ini ada kapal AL SENGIAP di lokasi untuk mencegah adanya kegiatan tersebut,” ucap Arif, Kamis (7/4).
Dia mengemukakan, personil TNI AL Kapal Sengiap sebelumnya juga sudah melakukan pengejaran terhadap beberapa pompong.
“Namun gagal, karena pompong tersebut lari ke laut yang dangkal sehingga Kapal Sengiap tidak dapat mengejar,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga ada melakukan pemeriksaan terhadap pompong nelayan, namun tidak ditemukan alat potasium, bom atau alat penyelam. “Mereka hanya nelayan biasa,” katanya.
Sementara, terkait adanya isu akan didatangkan kapal dari pusat untuk mengangkat kapal tenggela tersebut, Danlanal Ranai menyampaikan, sementara ini ada perusahaan yang sedang mengurus perijinan di Jakarta untuk mengangkat benda – benda di lokasi tersebut.
“Atas informasi tersebut, Satgas BMKT akan memastikan izin mereka resmi. Pertama, izin resmi, kedua tidak ada barang yang diangkat tanpa dilaporkan. Ketiga, semua barang yang diangkat harus didokumentasikan,” katanya.
Sementara untuk meningkatkan pengawasan di Laut Klarik, Danlanal Ranai menyediakan Kapal AL Sengiap yang akan standby hingga digantikan oleh sea raider. Dengan demikian, perairan tersebut selalu dijaga oleh unsur Lanal. (KALIT)
