Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang Menuju WBK dan Birokrasi Bersih

by -80 views
Penandatanganan Zona integritas Lapas Kelas II A Tanjungpinang menuju WBK
Penandatanganan Zona integritas Lapas Kelas II A Tanjungpinang menuju WBK
Iklan Banner

Bintan, (MetroKepri) – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Tanjungpinang saat ini menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Maka dari itu, Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Penandatangan, Pencanangan, Pembangunan zona Interigitas menuju WBK dan wilayah birokrasi Bersih dan Melayani serta deklarasi janji kinerja Tahun 2020 pada satuan kerja permasyarakatan di dalam Lapas, Senin (10/02/2020).

Kakanwil Pemasyarakatan Provinsi Kepulauan Riau Agus Widjaja mengatakan bahwa pembangunan zona integeritas ini diwajibkan oleh Pemerintah Pusat, bahkan atas arahan dari Presiden RI melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birograsi (MENPANRB).

“Program Pembangunan Zona Interigitas WBK ini diwajibkan oleh Presiden Joko Widodo,” ujarnya tegas.

Di hari yang sama, Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas II A Tanjungpinang Wahyu Prasetyo mengungkapkan, bahwasanya ini merupakan langkah awal menuju wilayah bebas Korupsi (WBK) di Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang.

“Sebelumnya sudah kita bentuk tim untuk pembangunan zona integritas. Ya, saya berharap dengan diadakannya janji kerja ini, Pegawi Lapas Tanjungpinang mampu bekerja lebih profesional,” ungkapnya.

Selain itu, Kata Kalapas, dirinya tidak akan lupa juga dengan apa yang menjadi PR-nya selama menjabat ke depan yakni, memberantas pengedar dan mengurangi penyalahgunaan Narkoba di lingkup Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang.

“Kita akan melaksanakan program rehabilitasi terhadap 700 orang warga binaan. Jadi, bagaimana caranya anak anak yang pemakai ini tidak ingin lagi untuk memakai, soal keberhasilan nomor sekian,” katanya.

Lanjut Kalapas, pertama, kalau 700 orang ini berhasil kita rehabilitasi, tidak akan ada lagi permintaan, dan otomatis stop untuk barang masuk ke dalam Lapas.

“Yang kedua, kita memperketat lalu lintas orang orang atau pengunjung yang masuk dan lalu lintas barang juga akan kita geledah sebelum masuk ke Lapas,” sebutnya.

Bukan hanya pengunjung, Dirinya juga menekan setiap pegawa yang akan dinas, setiap masuk juga akan dilaksanakan penggeledahan terhadap barang bawaan dan badan.

“Handphone pun tidak boleh banyak yang masuk bagi petugas. Dengan begitu, yang namanya Narkoba atau barang haram tersebut pasti tidak akan masuk lagi ke Lapas,” pungkasnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.