Tanjungpinang, (MetroKepri) – Lelang proyek pengadaan alat pengujian kendaraan bermotor di ULP Kota Tanjungpinang diduga sarat “Permainan”.
Pasalnya, Enam perusahaan yang mengikuti lelang proyek belanja modal pengadaan alat uji kendaraan bermotor dokumen penawarannya diduga tidak lengkap dan tidak sesuai spek.
“Enam perusahaan itu yakni PT. JIM, PT. Pesat Alexander Jaya, PT. Keren Megah Utama, PT. Gobong Wayang Indonesia, CV. Haura dan Citra Permata Mulia,” kata Sumber yang dapat dipercaya oleh awak media ini, Rabu (24/7/2019).
Dari enam perusahaan tersebut, salah satu perusahaan berpotensi dimenangkan oleh panitia lelang walaupun dokumen penawaran tidak lengkap dan diduga tidak sesuai dengan spek yang di tawarkan.
Sumber menginginkan lelang proyek tersebut terbuka dan jika semua perusahaan tidak sesuai dan tidak lengkap, lakukanlah lelang ulang.
“Lelang ulang, itu sudah sportif. Agar tidak ada salah satu perusahaan yang ribut,” pintanya.
Sementara itu, Kepala ULP Kota Tanjungpinang Zulhidayat saat dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsAppnya menyangkal akan hal tersebut.
“Menurut pengamatan dan penilaian saya, sampai saat ini proses pelelangan paket tersebut masih berada pada koridor perundangan yang berlaku,” tulisnya.
Lanjut Dia, sebelum diumumkan pemenang, pihaknya dilarang untuk menyampaikan hasil evaluasi kepada masyarakat. Sesuai jadwal sebentar lagi akan segera diumumkan dan masyarakat dapat mengakses secara umum.
Saat ditanya apakah penawaran terendah yang seharusnya menang dalam tender sesuai dengan prosedur lelang, Dayat sapaan akrabnya Kepala ULP Kota Tanjungpinang ini meluruskan.
“Sesuai ketentuan harga terendah tidak selamanya wajib ditunjuk sebagai pemenang untuk metode tender umum,” terangnya.
Tambah Dayat, dirinya pastikan semua penyedia tidak ada yg diistimewakan. Siapa yg menawar lebih baik secara administrasi, teknis dan harga sesuai dokumen pemilihan.
“Penyedia tersebut yang akan ditunjuk sebagai pemenang dan sekali lagi tidak wajib harus harga yang terendah yang ditetapkan sebagai penyedia,” tutupnya. (*)
Penulis: Novendra
