Tanjungpinang, (MK) – Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah SH mengkukuhkan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Baznas Kota Tanjungpinang, di Comfort Hotel Tanjungpinang, Sabtu (25/6).
Pada kesempatan itu, Lis menyampaikan, berbicara tentang zakat, Kota Tanjungpinang secara menyeluruh bisa dikatan belum berhasil. Selain itu Baznas merupakan badan yang dikelolah oleh masyarakat ini juga memang belum populer.
“Seiring perkembangan zaman ini, kita tidak boleh ketinggalan. Kita harus terus berjalan mengikuti perkembangan sekarang ini,” papar Lis.
Lis mengutarakan, Baznas juga harus dapat merubah pola fikir lama dan harus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
“Memang sulit untuk merubah seuatu tersebut, akan tetapi itulah yang akan menjadi tantangan dan harus dijawab oleh Baznas,” ucap Lis.
Oleh karena itu, Lis berharap, Baznas dapat membuat suatu terobosan baru untuk dapat mempopulerkan Baznas, agar kedepan nanti apa yang menjadi visi serta misi Bazsnas itu dapat dipahami oleh masyarakat.
“Pemerintah akan menerapkan mengaji sebelum belajar, agar nantinya seruluh anak SD hingga SMA tidak ada lagi yang tidak bisa membaca Al – Qur’an serta tidak hanya membaca mereka juga bisa memahami Al – Qur’an,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Baznas Kota Tanjungpinang menyampaikan, semenjak Baznas dilantik beberpa bulan lalu Baznas Kota Tanjungpinang sendiri terus berupa untuk dapat memaksimalkan zakat dan infaq, agar kedepannya zakat dan infaq ini dapat termanage dengan baik.
“Selain itu, Baznas juga telah melakukan studi banding ke daerah – daerah yang mampu dalam pengelolaan zakat dan infaq agar kedepannya Baznas Kota Tanjungpinang benar – benar dapat memaksimalkan zakat dan infaq di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kota Tanjungpinang menyebutkan, Baznas yang dulu dikenal sebagai Bazda itu prinsipnya sama.
“Baznas yang sekarang ini diharapkan dapat melakukan pengelolaan zakat dan infaq dengan baik dan bijak, agar dapat memakmurkan perekonomian umat Islam kedepannya,” katanya.
Sesungguhnya, kata dia, umat Islam adalah umat yang kaya, tinggal bagaimana dapat melakukan pengelolaan terhadap perekonomian umat Islam itu sendiri. (ALPIAN TANJUNG)
