Lolita Dipecat Lantaran Minta Uang Kepada Calon Debitur

by -289 views
JPU saat melihat kwitansi pembayaran kepada Direktur BPR Dana Bintan Sejahtera dan terdakwa Lolita. Foto ALPIAN TANJUNG
JPU saat melihat kwitansi pembayaran kepada Direktur BPR Dana Bintan Sejahtera dan terdakwa Lolita. Foto ALPIAN TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Direktur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Bintan Sejahtera, Cuilen yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan penipuan pinjaman modal usaha dengan terdakwa Lolita menyampaikan, Lolita adalah mantan karyawannya.

“Lolita dipecat secara tidak hormat pada Februari 2015 lalu. Dia (Terdakwa) dipecat karana meminta uang kepada calon debitur BPR Dana Bintan Sejahtera,” ucap saksi dalam sidang yang dipimpin Hakim, Elita Ras Ginting SH di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (12/1).

Dia mengutarakan, saat itu terdakwa Lolita bekerja sebagai marketing di BPR Dana Bintan Sejahtera untuk mencari nasabah, dan kredit.

“Terdakwa bekerja di BPR dari Januari 2015 dan diberhentikan pada 16 Februari 2015 lalu,” ujarnya.

Sebelum terdakwa dipecat, saksi mengaku mendapat laporan dari calon nasabah. Calon nasabah itu menyebutkan Lolita meminta uang.

“Mendengar laporan itu, saya memanggil terdakwa untuk mengklarifikasi, tetapi terdakwa membantah. Maka saya kembali menghunungi calon debitur yang melaporkan tersebut. Tetapi orang itu tidak datang ke kantor saya,” katanya.

Setelah beberapa hari kemudian, kata saksi, ada dua pemuda mendatanginya ke kantor, mereka memberitahu Lolita minta uang kepada calon debitur untuk pencairan pinjaman.

“Saat itu juga, saya memanggil Lolita, dan terdakwa Lolita mengaku, karena dua pemuda itu juga teman terdakwa sendiri. Saat itu juga, saya mengeluarkan surat pemecatan terdakwa. Karena, karyawan bank tidak dibenarkan meminta uang,” papar Direktur BPR Dana Bintan Sejahtera ini.

Setelah pemecatan terdakwa, saksi mengaku tidak ada mendapat laporan terkait pinjaman tag over. “Maka saya tidak tahu kalau ada calon debitur atas nama Boimin,” ucapnya.

Sementara saksi Ismail Rahtomi mengaku bekerja dengan terdakwa Lolita. Sebelumnya belerja dengan terdakwa Lolita, saksi sedang ngopi dan ditawarin kerja oleh terdakwa Lolita.

“Terdakwa Lolita suruh saya buat lamaran dan saya buat. Terdakwa suruh saya antar lamaran itu ke BPR Dana Bintan Sejahtera, tetapi terdakwa mengatakan bisa titip,” kata Ismail.

Terdakwa, kata saksi, mengatakan tidak perlu diinterviw lagi. Karena saksi sudah diterima melalui rekomendasi terdakwa langsung.

“Dia bilang saya sudah diterima dan tak perlu diinterview lagi. Kalian langsung ikut training saja sama aku di marketing,” papar saksi mengulangi perkataan terdakwa Lolita ketika itu.

Terdakwa Lolita juga mengaku kepada saksi jika jabatannya di BPR Dana Bintan Sejahtera sebagai manager operasional.

“Karena terdakwa Lolita itu teman SMA saya, maka saya percaya dengannya. Setelah itu saya ikut bekerja dengan terdakwa di lapangan,” katanya.

Saksi juga menyebutkan, calon debitur atas nama Boimin itu merupakan nasabah ketiga terdakwa Lolita.

“Kami bertemu dengan Boimin di rumah Katiran. Terdakwa semua yang jelasin, sedangkan saya hanya mendengarnya saja. Terdakwa mengaku kepada Boimin akan mencairkan pinjaman secepatnya kepada calon nasabah,” ujarnya.

Saksi juga mengaku, selama bekerja dengan terdakwa Lolita, dirinya tidak pernah diajak masuk ke kantor. Tetapi hanya menunggu didalam mobil saja.

“Di bulan Februari itu juga, saya merasa curiga dan saya datang ke kantor dan ingin bertemu kak Evi, maka saya dipertemukan dengan pak Cuilen itu,” ucapnya.

Kedatangan saksi itu, untuk memastikan apakah terdakwa Lolita itu benar bekerja di BPR sekaligus mempertanyakan status saksi di BPR.

Keterangan ketiga saksi itu juga diberkan terdakwa Lolita. Usai mendengar keterangan saksi – saksi dan tanggapan terdakwa Lolita, majelis hakim menunda sidang dan kembali digelar pada Selasa (19/1) pekan depan. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.