Bintan, (MetroKepri) – Bupati Bintan, H. Apri Sujadi S.Sos menyampaikan bahwa saat ini dirinya masih melihat banyaknya anak sekolah yang mengaji hanya sebagai kebutuhan untuk masuk sekolah. Usai masuk sekolah SMP, rata – rata anak tersebut tidak melanjutkan pengajiannya.
“Kita masih melihat fenomena itu, bahwa anak – anak mengaji hanya agar bisa mendapatkan sertifikat lalu melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Usai masuk SMP, kegiatan mengaji pun berhenti. Saat ini, sedang kita bicarakan dengan instansi vertikal, mungkin konsepnya bisa menggunakan buku panduan dan ditandatangani pengelola masjid serta disetor di sekolah,” paparnya, Rabu (17/10/2018).
Selain itu, dirinya juga meminta agar orang tua hendaknya dapat terlibat aktif. Orang tua juga bisa membantu dengan mengajak anak – anak mengaji ke masjid sekaligus memakmurkan mssjid.
“Mengajak anak – anak kita mengaji ke masjid, secara tidak langsung kita juga ikut memakmurkan masjid. Jadi anak – anak mengaji di masjid dan musholla, akan ada buku panduannya,” ujarnya.
Dikatakannya juga bahwa tradisi Melayu dulunya anak – anak gemar mengaji seusai Maghrib menjadi hal yang biasa dilakukan masyarakat, namun tradisi tersebut tampaknya sudah mulai menghilang. Kegiatan mengaji ini tidak hanya membiasakan membaca Al – Quran, tetapi juga mengajak Umat Islam untuk meramaikan masjid dengan shalat berjamaah.
“Sekarang ini banyak masjid yang kosong setiap waktu shalat, maka mengaji di masjid sebagai salah satu upaya untuk meramaikan masjid dan mensiarkan agama Islam,” ucapnya. (Red/ Humas Bintan)
