New Normal, Senormal Itukah

by -6 views
Muhammad Akmal
Muhammad Akmal
Iklan Banner

Oleh : Muhammad Akmal

Mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Opini, (MetroKepri) – Covid – 19 atau yang akrab disebut corona penyakit berbahaya yang tak akan bisa diajak damai semakin berbahaya. Sudah banyak korban yang nyerah dengan virus ini.

Berbagai cara telah dilalui untuk mendapatkan vaksin untuk mengatasi corona tahap demi tahap, waktu demi waktu telah di lalui. Namun hasil yang belum maksimal belum menunjukkan titik terang kapan corona akan segera usai.

Saat ini, angka pasien COVID-19 di Indonesia masih menunjukkan peningkatan. Tercatat sudah lebih 30 ribu orang yang terinfeksi virus Corona hingga Juni 2020. Dalam kondisi saat ini, tenaga medis harus bekerja keras menangani para pasien.

Oleh sebab itu, bantuan seperti APD, masker, dan peralatan medis lainnya masih sangat diperlukan agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal dan terhindar dari penularan virus Corona.

Begitu juga halnya dengan sejumlah orang yang kehilangan pekerjaan dan sulit mendapatkan pemasukan. Mereka membutuhkan uluran tangan masyarakat buat meringankan beban perekonomian, seperti bantuan makanan hingga uang tunai.

Pemerintah sudah terlalu lelah untuk mengatur semuanya maka pemerintah mengeluarkan pernyataan pemberlakuan NEW NORMAL.

New normal merupakan istilah untuk tatanan kehidupan baru guna menyesuikan prilaku hidup sehat ditengah pendemi virus corona. Guna menuju transisi kearah tatanan kehidupan baru tersebut ada beberapa protocol kesehatan yang harus dipenuhi menurut WHO agar bisa menerapkan new normal.

Pertama adalah suatu wilayah/ daerah angka penyebaran virus atau reproduksi dasar penyakit (R0) kurang dari satu atau memiliki tingkat penularan yang rendah.

Kedua adalah kesiapan sistem kesehatan apabila suatu waktu terjadi lonjakan kasus baik dari fasilitas kesehatan maupun kesiapan tim dalam melakukan pendeteksian dini, pelacakan kasus dan kontak.

Ketiga adalah kondisi social masyarakat terutama tingkat kedisiplinan masyarakat dan keempat jumlah tes yang memadai sehingga tidak ada lagi tumpukan antrean sample di laboratorium dan stok reagen aman untuk 1-2 bulan kedepan.

Kita mulai memasuki era new normal seperti yang diagendakan oleh pemerintah.

Banyak masyarakat yang tak mengerti apa itu new normal apakah keadaan normal baru atau kah normal yang lama jadi bingung dibuat pemerintah.

Pemerintah menyerukan stay at home namun masih banyak yang berkeliaran kemana-mana. Jangan terlalu terpengaruh dengan new normal karena kita masih di zona bahaya sektor transportasi antar kota sudah mulai terbuka virus dengan nyamannya bisa masuk kemana-mana tanpa disadari.

Penyakit ini makin berbahaya jangan terpancing oleh berbagai toko yang terbuka tetap pada pendirian di rumah saja jangan kemana-mana.

Kita tidak bisa pernah menyangka-nyangka siapa yang akan membawa virus atau kah kita sendiri yang membawa virus itu, maka berhati-hati lah. Seakan-akan adanya new normal menguji kita siapa yang kuat akan bertahan dan yang lemah akan gugur perlahan tanpa ampun.

Untuk merealisasikan skenario new normal, saat ini pemerintah telah menggandeng seluruh pihak terkait termasuk tokoh masyarakat, para ahli dan para pakar untuk merumuskan protokol atau SOP untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali, tetapi tetap aman dari COVID-19.

Protokol ini bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan dan keagamaan, tentu bergantung pada aspek epidemologi dari masing-masing daerah, sehingga penambahan kasus positif bisa ditekan.

Tidak semua wilayah Indonesia akan melakukan new normal secara menyeluruh ada beberapa aspek yang harus di perhatikan salah satuya daerah yang telah menuju zona hijau akan mulai melakukan era new normal.

Beberapa perusahaan sudah melakukan new normal namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang harus diperketat salah satunya perusahaan BUMN melakukan new normal dengan pembatasan karyawan, pembersihan kantor dengan penyemprotan disinfektan wajib menggunakan masker dan selalu mencuci tangan.

Tempat ibadah turut serta diperbolehkan dibuka oleh pemerintah dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan namun di sektor pendidikan belum ada pembukaan sekolah kembali, para siswa masih dirumahkan yang ditakutkan ialah siswa SD yang tidak mengerti dengan protokol kesehatan sehingga bisa menyebabkan penyebaran corona kembali.

Tetapi untuk perguruan tinggi masih melakukan aktifitas kuliah dengan kuliah dalam jaringan atau dikenal dengan pembelajaran metode daring dengan adanya era new normal akan dipastikan dengan jarak waktu yang dekat perkuliahan akan dilakukan secara tatap muka karena mahasiswa lebih mengerti untuk penerapan protokol kesehatan dengan baik.

Pemerintah sangat yakin dengan adanya new normal kita bisa bersahabat dengan corona akan membuat kekebalan tubuh secara alami dan New normal ditempuh pemerintah untuk menyelamatkan kondisi perekonomian negara, serta menekan risiko PHK karyawan oleh pelaku industri.

Opsi new normal yang kemungkinan besar akan dipilih Pemerintah RI diprediksi dapat menyelamatkan kondisi perekonomian nasional. Selama masa pandemi COVID-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat anjlok.

Kita tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya mengatasi masalah corona dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, ketika beraktifitas tetap menggunakan masker. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.