Alfamart dan Indomaret Marak di Batam, Ketua DPRD Panggil Instansi Terkait

by -30 views
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto Saat RDP Dengan Instansi Terkait
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto Saat RDP Dengan Instansi Terkait
Iklan Banner

Batam, (MetroKepri) – DPRD Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) kedua terkait maraknya Indomaret dan Alfamart di Kota Batam. Hal itu membuat usaha mikro kecil menengah jadi tumbang di Batam.

Rapat itu juga dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto SH,MH didampingi oleh Wakil Ketua II, Ruslan Ali Wasim dan Ketua Komisi I serta Anggota Komisi I DPRD Kota Batam

Rapat itu juga dihadiri oleh managemen Indomaret dan managemen Alfamart, serta istansi terkait baik dari Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (FORPPI).

“Hari ini kami menggelar RDP lanjutan atas dasar pengaduan masyarakat yakni forum pengusaha pribumi Indonesia yang identik dengan koperasi. Hal itu terkait dengan maraknya para laba terutama pengusaha-pengusaha besar seperti Indomaret dan Alfamart. Indomaret dan Alfamart itu ada sebanyak 361 yang sudah beroperasi di Kota Batam ini,” papar Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto saat diwawancarai media ini di ruang rapat serba guna, Selasa (30/6/2020).

Dia mengutarakan akibat maraknya Indomaret dan Alfamart banyak usaha kecil menengah yang tumbang dan banyak yang tutup.

“Terkait hal itu, mereka mengadukan ke DPRD untuk dibantu dan difasilitasi dengan pemerintah dengan menyangkut kebijakan pemerintah, kemudian menyangkut dengan keberadaan Indomaret dan Alfamart itu,” ujarnya.

Masih kata dia, permasalahan Indomaret dan Alfamart yang saat ini dikeluhkan oleh pihak FORPPI, pihaknya menilai tidak ada yang salah dan yang benar. Tetapi pihaknya hanya mencari solusi terkait permasalahan tersebut.

“Tidak ada yang salah dan benar, tetapi disini kita mencari solusi. Indomaret dan Alfamart itu beroperasi memiliki izin dan izinnya itu dikeluarkan oleh pihak yang berwenang yaitu pemerintah. Tentu ada sekwensi hak dan kewajiban yang harus dilindungi. Jadi disisi lain dampaknya tentu menumbangkan usaha mikro kecil menengah,” ucap Nuryanto.

Sebab kata Nuryanto, permasalahan antara instansi terkait supaya ada keseimbangan ekonomi, sebab kalau ada keseimbangan itu tentu sama-sama baik.

“Jadi terkait hal itu, kami melihat supaya antara usah kecil itu ada kesinambungan serta keseimbangan ekonomi sehingga dengan keseimbangan itu tentu sama-sama jalan. Jadi Indomaret dan Alfamart itu tetap berjalan, tetapi UMKM kita dan para pemodal kecil ini juga bisa hidup. Kalau sesuai dengan Perda nomor 10 tahun 2009 sebenarnya sudah diatur secara detail supaya ada istilah kerjasama antara pemodal kecil dan pemodal besar dan bisa saling pembinaan serta bisa saling tukar prodak,” katanya. (*)

Penulis : Rosjihan Halid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.