Batam, (MetroKepri) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun Anggaran 2027 dirancang mencapai Rp4,86 triliun, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan menembus Rp3,02 triliun.
Dari total anggaran tersebut, belanja daerah mencapai Rp4,859 triliun. Sementara pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp4,743 triliun.
Rancangan anggaran itu disampaikan Wali Kota Batam H Amsakar Achmad dalam rapat paripurna DPRD Kota Batam dengan agenda penyampaian dan penjelasan Nota Keuangan serta Ranperda APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027, Senin (7/9/2026).
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Batam, H Muhammad Kamaluddin, didampingi Wakil Ketua I H Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua II Budi Mardiyanto.
Penyampaian RAPBD 2027 tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah Pemerintah Kota Batam bersama DPRD menyepakati KUA dan PPAS APBD 2027 pada 15 Agustus 2026.
PAD Ditargetkan Rp3,02 Triliun
Dalam Nota Keuangan yang disampaikan Amsakar, pendapatan daerah 2027 direncanakan sebesar Rp4.743.801.102.200. Dari jumlah tersebut, PAD menjadi penyumbang terbesar dengan target Rp3.021.306.691.200. Sementara pendapatan transfer diproyeksikan Rp1.722.294.411.000 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp200 juta.
Pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD Batam dengan target Rp2.429.403.060.000. Kemudian retribusi daerah ditargetkan Rp346.040.952.000, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp12 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp233.862.679.200.
Di sisi belanja, Pemko Batam merancang anggaran sebesar Rp4.859.801.102.200. Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi Rp3.681.430.906.640, belanja modal Rp1.158.370.195.560 dan belanja tidak terduga Rp20 miliar.
Dari belanja modal tersebut, sekitar Rp527,63 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan, jaringan dan irigasi. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan infrastruktur dasar di berbagai wilayah Kota Batam.
Sejumlah ruas jalan masuk dalam rencana pembangunan dan peningkatan, diantaranya Jalan Bumi Perkemahan-Simpang Teluk Lengung, Simpang Tiban Princes-Jalan Diponegoro, Jalan Kampung Air, Simpang Dutamas-Simpang Helm, Jalan Lintas Kibing, Simpang Orchid, Simpang Kara, Tiban Utara, Simpang Gelael-Simpang Franky hingga Jalan Cikitsu-SMA 3-Jalan Hang Nadim.
“Optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana dasar, infrastruktur, utilitas, serta aksesibilitas infrastruktur dasar, menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Batam pada 2027,” kata Amsakar.
Selain infrastruktur, RAPBD 2027 diarahkan pada program pengentasan kemiskinan, perlindungan sosial, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan UMKM, pemerataan pendidikan dan kesehatan.
Pemko Batam menyiapkan subsidi bunga pinjaman nol persen bagi usaha mikro yang memiliki KTP Kota Batam. Program lainnya mencakup bantuan sosial bagi lanjut usia, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, subsidi sembako untuk pengendalian inflasi serta pemberdayaan nelayan skala kecil.
Pemerintah daerah juga menyiapkan program pelatihan bagi tenaga kerja dan pelaku usaha, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan industri serta pembinaan dan fasilitasi perizinan UMKM.
“Peningkatan keterampilan, baik soft skill maupun hard skill, sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Amsakar.
Di sektor lingkungan, anggaran diarahkan untuk penanganan banjir dan persampahan. Sejumlah pembangunan drainase disiapkan di kawasan Puri Loka, Senawangi Asri, Jalan Tengku Sulung, Graha Nusa hingga Kavling Baru, Putra Jaya, Rumah Pompa Bengkong dan Tiban Centre.
Pemko juga merencanakan pengadaan armroll truck, bin container dan kendaraan pick up, pembangunan lanjutan landfill TPA, pembangunan TPS 3R di dua lokasi serta pengangkutan sampah melalui pihak ketiga di sembilan kecamatan.
Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas
Di bidang pendidikan, RAPBD 2027 diarahkan untuk memperluas akses sekaligus pemerataan pelayanan. Program yang disiapkan antara lain bantuan pendidikan bagi siswa tidak mampu di SD dan SMP swasta, pemberian seragam bagi peserta didik baru SD dan SMP negeri maupun swasta, beasiswa mahasiswa serta pembangunan ruang kelas baru.
Sementara sektor kesehatan diarahkan untuk mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) sekaligus meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Puskesmas dan RSUD Embung Fatimah.
Pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas, jembatan, kantor kelurahan serta revitalisasi sejumlah kantor pemerintahan juga masuk dalam rencana belanja 2027.
Pembiayaan Bersumber dari SiLPA
Untuk pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp116 miliar. Dana tersebut bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Dengan struktur pendapatan, belanja dan pembiayaan tersebut, APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027 dirancang sebesar Rp4.859.801.102.200 atau sekitar Rp4,86 triliun.
Wali Kota Amsakar, mengatakan rancangan tersebut masih akan dibahas bersama DPRD Kota Batam sehingga terbuka kemungkinan dilakukan penyempurnaan.
“Pemerintah Kota Batam senantiasa terbuka untuk melakukan penyempurnaan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah, prioritas pembangunan, serta kebutuhan masyarakat,” kata Amsakar.
Ia berharap pembahasan RAPBD 2027 berlangsung konstruktif antara eksekutif dan legislatif sehingga menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.
Usai menyampaikan pidato, Amsakar menyerahkan dokumen RAPBD dan Nota Keuangan kepada pimpinan DPRD Kota Batam.
Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaluddin, menyampaikan bahwa fraksi-fraksi DPRD akan memberikan pandangan umum terhadap RAPBD 2027 dalam rapat paripurna berikutnya. (*)
Editor: Alpian Tanjung
