Ikan Sembilang dan Berbagai Info Manfaat Mengkonsumsinya

by -36 views
RIO DARMAWAN
RIO DARMAWAN
Iklan Banner

Penulis : RIO DARMAWAN

Mahasiswa Prodi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Opini, (MetroKepri) – Ikan sembilang merupakan anggota dari famili plotosidae atau kelompok ikan berkumis. Ciri khas yang membedakan ikan sembilang dari kelompok lainnya adalah menyatunya sirip punggung kedua (sirip lemak), sirip ekor, dan sirip anus sehingga bagian belakangnya tampak seperti sidat.

Ikan laut ini juga berada di wilayah hangat Indo-Pasifik, dari Jepang hingga Australia dan Fiji. Habitatnya ada di kedalaman 0-10 meter. Ikan ini biasanya digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan perairan.

Ikan sembilang ini juga ada dua jenis yaitu ikan sembilang batu dan ikan sembilang lubang. Ikan sembilang batu hidupnya di sela batu dan ikan sembilang lubang hidupnya dilubang-lubang yang dibuaatnya sendiri.

Ikan sembilang lubang merupakan ikan sembilang yang sudah dewasa. Beratnya bisa mencapai hingga 5 kg dan penjangnya bisa mencapai hingga 70 cm.

Bentuk ikan ini hampir sama dengan ikan lele, yang membedakannya yaitu sembilang mempunyai 3 patil (Patil adalah alat penyengat berupa tiga duri tajam tipis yang berada di bagian sirip dada). Panjang patil dapat mencapai 400 mm, satu patil punggung dan dua di sirip.

Patil ikan ini beracun dan jika tergores atau tertusuk patil ikan sembilang maka wajah menjadi pucat, seluruh badan terasa panas dan susah tidur bahkan bisa kejang kejang. Meski patilnya beracun, namun hanya menempel di badan selama 24 jam dan racunnya akan hilang.

Ikan sembilang biasanya melakukan pemijahan (Spawning) di dasar dan kemudian meletakkan telur-telurnya di dasar yang berlumpur sehingga sulit untuk di deteksi oleh pemangsanya atau predatornya. Setelah melewati masa embrio, ikan sembilang yang masih dalam tahap juvenile akan berada pada dasar dan memakan ikan kecil.

Setelah dewasa, sembilang baru akan memangsa aktif kedaerah dangkal yang banyak hewan kecil. Dalam hal reproduksi sangat penting untuk mengetahui fekunditas (banyak telur), karena hal ini akan menyangkut pada indeks kematangan gonad. Dimana hubungan fekunditas (banyaknya telur) dengan indeks kematangan gonad adalah semakin tinggi indeks kematangan gonad, maka jumlah telur yang dihasilkan juga semakin banyak.

Selanjutnya dengan mengetahui tingkat kematangan gonad kita bisa mengetahui aktifitas reproduksi dari si ikan. Selain itu dalam mempelajari sistem reproduksi, kita juga perlu mengetahui perbedaan antara jenis kelamin jantan dan betinanya.

Dilihat dari morfologi luarnya, ikan jantan ukuran tubuhnya lebih kecil daripada ikan betina. Untuk warna tubuh ikan jantan mempunyai warna yang lebih gelap apabila dibandingkan dengan ikan betina. Untuk ikan betina lihat saja pada lubang anus yang ukurannya lebih besar, hal ini dikarenakan lubang ini akan digunakan untuk mengeluarkan telur.

Untuk ikan sembilang dewasa, ukuran panjangnya bisa mencapai 134 cm. Ikan ini juga merupakan predator yang memangsa ikan-ikan kecil. Selain itu, ikan ini juga memakan hewan-hewan yang hidup di dasar laut yaitu hewan-hewan kelompok gastropoda, moluska dan krustasea.

Dari hasil penelitian, organisme yang ditemukan dalam saluran pencernaan terdiri atas lima jenis yaitu potongan kepiting, udang, ikan, cacing, dan keong, sehingga ikan sembilang dapat digolongkan sebagai ikan karnivora. Ikan dewasa dapat hidup sendiri atau dalam kelompok kecil.

Ada penelitian yang hasilnya adalah pola pertumbuhan ikan sembilang bersifat isometrik, artinya pertumbuhan panjang seiring dengan pertumbuhan bobot dan ada pula penelitian yang hasilnya adalah pola pertumbuhan ikan sembilang bersifat allometrik negatif, artinya pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan bobotnya.

Berdasarkan ukuran panjang total dan bobot tubuh ikan sembilang yang tertangkap, semakin besar ukuran panjang dan bobot tubuhnya semakin sedikit yang tertangkap, hal ini dikarenakan ikan sembilang sebelum mencapai ukuran dan bobot tersebut tertangkap oleh nelayan, sehingga tidak sempat tumbuh mencapai ukuran dan bobot yang maksimal.

Untuk ikan sembilang yang masih berumur 1 tahun, tidak dapat berenang jauh dari pantai untuk mencari makan, sehingga kondisi fisik ikan lebih kurus. Pada umur 2 tahun lebih, ikan sudah memiliki daya jelajah lebih jauh dalam mencari makan alami dan menghindari daerah tercemar.

Manfaat dari mengkonsumsi ikan ini bagus untuk dikonsumsi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, dapat mengontrol dan menjaga kolesterol dalam tubuh, membantu pembentukan jaringan otak, mengontrol lemak yang ada pada tubuh, menurunkan tekanan darah, mencegah penggumpalan darah, dan lainnya.

Aneka manfaat ini sebelumnya sudah diteliti oleh para ahli. Kembaran ikan lele ini memang termasuk ikan laut yang disukai oleh masyarakat meskipun memiliki racun di bagian patilnya.

Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, mungkin sudah sering melihat spesies yang satu ini. Meski untuk mendapatkannya kita perlu tenaga ekstra dan berhadapan dengan resiko terkena racun, ikan ini mengandung bahan-bahan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Adapun kandungan ikan ini antara lain asam lemak omega 3, karbohidrat, lemak yang rendah, protein fosfor, dan lainnya. Hal inilah yang membuat ikan sembilang sangat dicari meskipun patilnya beracun.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk menyantap dan penasaran dengan rasa ikan sembilang ini, diharapkan berhati-hati jika ingin mencoba untuk mencarinya sendiri. Apabila sempat terkena sengatannya, cepat lakukan penanganan agar rasa sakitnya tidak bertahan terlalu lama.

Inilah beberapa info menarik dari ikan sembilang yang mungkin banyak orang yang belum mengetahuinya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.