Nurdin Tak Ingin Defisit Menjadi Kendala Pembangunan Kepri

by -189 views
by
Nurdin Basirun
Nurdin Basirun

Tanjungpinang, (MK) – Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun menegaskan, ada banyak cara untuk mewujudkan pembangunan di Kepri. Akan hal itu, persoalan defisit anggaran bukan menjadi kendala untuk membangun Kepri.

“Saya tidak ingin persoalan devisit anggaran menjadi kendala dalam membangun. Pemotongan anggaran tidak berarti menihilkan anggaran, maka ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengatasinya,” papar Nurdin dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepri 2016 – 2021 di Aula Kantor Gubenur Kepri, Dompak – Tanjungpinang, Kamis (2/6).

Dia juga mengatakan, tidak ada alasan apapun yang bisa menghalangi pembangunan di Kepri, termasuk persoalan defisit anggaran.

“Meski angaran dipotong, masih ada cara lain yang bisa kita lakukan, seperti membuang anggaran kegiatan yang tidak diprioritaskan dan sebagainya. Dengan demikian, kita justru bisa bekerja secara efektif dan efesien dengan mengutamakan kegiatan yang menjadi skala prioritas,” ujarnya dihadapan para stakeholder yang akan ikut membahas arah pembangunan Kepri selama lima tahun kedepan.

Dari pelaksanaan Musrenbang RPJMD 2016 – 2021 ini, Nurdin juga berharap agar bisa menjadi jawaban atas apa yang akan menjadi mimpi bersama masyarakat Kepri selama lima tahun kedepan. Sehingga ada perubahan kearah positif yang signifikan, sebagaimana yang diharapkan. Beberapa hal yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kepri, sebagaimana diutarakan mantan Bupati Karimun ini diantaranya masih seputar listrik dan air. Selain itu, Pemerintah juga focus membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dengan tujuan agar bisa mengelola secara professional segala sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kepri.

“Pembangunan SDM ini hal yang paling penting. Kita memiliki banyak sekali potensi yang tersebar diseluruh kabupaten dan kota. Hal ini, jika tidak didukung dengan SDM yang siap, maka percuma saja. Kita mau apa yang menjadi kekayaan kita, harus kita yang mengolah,” papar Nurdin.

Menurut Nurdin, Indonesia, khususnya Kepri yang berada di garis terdepan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura harus membangun trademark yang bisa menumbuhkan kewibawaan anak bangsa. Sehingga masyarakat Indonesia, khususnya Kepri, tidak ada lagi yang dipandang sebelah mata ketika berkunjung ke Malaysia atau negara lainnya.

“Kita ini negara besar. Kekayaan kita berlimpah, tapi masyarakatnya tidak dihargai saat datang ke negara tetangga. Oleh sebab itu, kita harus sama – sama menumbuhkan kewibawaan bangsa kita ini,” ujarnya.

Pada momen yang sama, mewakili Pimpinan DPRD Kepri, Syarafuddin Aluan mengatakan, dari Musrenbang RPJMD ini Pemerintah Provinsi Kepri diharapkan bisa merumuskan program yang benar – benar menjadi skala prioritas. Penyusunan juga harus dilakukan dengan seefektif dan seefesien mungkin.

“RPJMD Kepri harus disusun berdasarkan isu yang strategis seperti potensi pariwisata, perekonomian, perindustrian dan sebagainya. Lakukan hal ini dengan efektif dan efesien serta kedepankan yang menjadi skala prioritas,” ujar Aluan dalam sambutannya.

Musrenbang RPJMD 2016 – 2021 ini dihadiri oleh seluruh SKPD dilingkungan Pemprov Kepri, instansi vertikal dan BUMN, Bupati dan Wali Kota se Kepri, Kepala Bappeda se Kepri, Lembaga Adat, Pers, LSM hingga para tokoh masyarakat. (ALPIAN TANJUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.