Tanjungpinang, (MK) – Sepekan pasca diresmikannya penggunaan parkir bulanan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, ternyata banyak yang tidak menggunakan system parkir tersebut.
Padahal, Pemko Tanjungpinang sebelumnya mewajibkan semua ASN untuk menggunakan parkir dengan system tersebut dan sebagai percontohan kepada masyarakat Tanjungpinang.
“Rugi mas, lah harga Rp45.000 untuk sebulan. Kalau saya emang jarang keluar – keluar, kecuali ke kantor saja. Kan rugi kalau gunakan parkir bulanan,” ucap salah satu ASN yang tidak ingin menyebutkan namanya, Jumat (18/11).
Terpisah, salah satu juru parkir di Kota Tanjungpinang, Ujang mengatakan, hingga saat ini banyak ASN yang menggunakan tiket sekali parkir.
“Banyak kok, malah pas saya tanya lebih hemat yang tiket sekali pakai daripada yang bulanan,” kata Ujang kepada MetroKepri.com.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Muhammad Yamin menyampaikan, perencanaan tiket bulanan tersebut merupakan wacana Wali Kota Tanjungpinang.
“Sememangnya ini keinginan Wali Kota Tanjungpinang yang menjadikan ASN sebagai pioner penerapan parkir sistem bulanan. Jadi sedikit susah kalau banyak yang tidak mau,” ujarnya.
Dia mengutarakan, seluruh kebijakan berada ditangan pemimpin tertinggi yakni Wali Kota Tanjungpinang, yang mana akan mengambil tindakanlanjut kepada ASN yang tidak menati perintah.
“Pada perinsipnya, kita memang tidak bisa paksakan. Jadi kita data dan nanti kita laporkan ke Pak Wali. Selanjutnya kebijakan ada di Pak Wali. Nanti Pak Wali sendiri yang memberi arahan selanjutnya,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
