Batam, (MetroKepri) – Salah satu pangkalan gas 3 kg di wilayah Tiban, Kota Batam mengaku kecewa terkait permohonan penambahan kouta gas 3 kg yang hingga saat ini belum terealisasi.
Padahal sebelum Lebaran Idul Fitri kemarin, pihaknya sudah mengajukan permohonan penambahan kepada pihak agen, Diperindag dan Pertamina.
“Kami sudah mengajukannya sebelum lebaran, tapi belum juga datang. Sedangkan, gas ini merupakan salah satu kebutuhan masyarakat,” papar salah satu pangkalan yang namanya tidak mau dituliskan di media ini, Senin (24/6/2019).
Masih kata dia, apabila dibandingkan dengan bertambahnya jumlah penduduk dengan kouta gas yang ada saat ini, memang sudah tidak mencukupi lagi.
“Wilayah yang ada di Sekupang ini, masih banyak kekurangan gas 3 kg. Kasihan warga yang ada,” ujarnya.
Terkait permohonan itu juga, dibenarkan oleh Perwakilan Manajemen PT Tri Ananda Pilar, Tono. Dia mengatakan perusahaannya selaku agen yang menyalurkan gas 3 kg ke pangkalan di wilayah Kecamatan Sekupang dan saat ini sudah ada gas yang masuk.
“Iya, saya check memang sudah ada masuk. Tetapi sifatnya tidak defenitif. Hanya saja, penambahan tersebut untuk mengantisipasi gejolak di lapangan,” ucap Tono saat ditemui MetroKepri.
Dia mengutarakan pihaknya sudah ada melakukan komunikasi dengan Disperindag Batam dan Pertamina. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada tanggapan.
“Saya sudah ada komunikasi dengan Disperindag bahkan ke Pertamina. Tetapi kalau masalah adanya jawaban, itu langsung kepada pimpinan saya (Pak Yohanes). Sudah kita layangkan surat sebanyak tiga kali, tetapi belum ada tanggapan,” katanya.
Pihaknya juga berharap kepada Disperindag Kota Batam dan Pertamina agar penambahan kouta tabung gas 3 kg ini dapat terealisasi.
Hingga berita ini posting, Disperindag dan Pertamina belum dapat dikonfirmasi terkait permohonan penambahan kuota gas LPG 3 kg tersebut. (JIHAN)
