Penembakan di Natuna, Korem 033 WP Sampaikan Permohonan Maaf

by -257 views
by
Pertemuan TNI AD Bersama Tokoh Masyarakat Natuna dan Keluarga Korban
Pertemuan TNI AD Bersama Tokoh Masyarakat Natuna dan Keluarga Korban
Pertemuan TNI AD Bersama Tokoh Masyarakat Natuna dan Keluarga Korban
Pertemuan TNI AD Bersama Tokoh Masyarakat Natuna dan Keluarga Korban

Tanjungpinang, (MK) – Pada tahun 2016 lalu Pemerintah Republik Indonesia membuat program pembangunan pangkalan di Kabupaten Natuna. Dengan dasar pembangunan pangkalan TNI AD, maka diperlukan sekitar 15 ribu prajurit yang akan ditugaskan di Natuna dengan komposisi satuan teritorial (Kodim Natuna dan Anambas).

“Manyikapi terjadinya insiden penembakan di Natuna yang dilakukan oknum TNI, saya sangat menyesalkan dan menyayangkan kejadian itu. Saya atas nama TNI, khususnya TNI AD menyampaikan maaf yang sebesar – besarnya,” ujar Komandan Korem (Danrem) melalui Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 033 WP, Mayor Inf A.R. Sipahutar kepada MetroKepri.com melalui telepon selulernya, Senin (10/4/2017).

Dia mengutarakan, perlu diketahui bahwa kejadian tersebut merupakan penembakan salah sasaran yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI AD.

“Hal ini saya ketahui dari hasil proses hukum berdasarkan keterangan saksi dan tersangka. Sasarannya adalah anak preman yang bernama Hanafi. Hal ini, buntut kejadian pada 23 Maret 2017 di Desa Sungai Hulu dan ini menurut keterangan tersangka, dan dia dikeroyok,” ucapnya.

Dari kejadian ini, pihaknya telah mengambil langkah – langkah persuasif dengan mendelegasikan aparat teritorial setempat yaitu Dandim untuk bertindak cepat dengan mengadakan pertemuan kepada pihak korban, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama dalam mencari proses penyelesaian secara damai.

“Alhamdulillah atas laporan Dandim, Letkol Inf Ucu Yustiana telah dicapai musyawarah dan saya atas nama TNI AD khususnya Korem 033/ Wira Pratama menyampaikan terimakasih yang sebesar – besarnya atas pengertian dan pemahaman kepada semua pihak yang terkait,” paparnya.

Sementara ini, kata dia, oknum pelaku atas nama Prada RR dikenakan tindak pidana penyalagunaan senjata api dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Sekarang pelaku kami serahkan kepada pihak penyidik dalam hal ini Polisi Militer dan saat ini masih tahap proses hukum,” ujarnya.

Selain itu, Danrem juga berharap, kejadian ini marilah mawas diri dan selalu waspada. Ini dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk bersatu, bersinergi dan manunggal antar TNI (khususnya TNI AD) dengan rakyat, karena TNI kuat bersama rakyat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI. (NOVENDRA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.