Pengamat Politik: Sani – Nurdin Tidak Boleh Dendam

by -245 views
Ilustrasi-Sani-dan-Nurdin-saat-mendaftar-di-KPU-Kepri.-Foto-ALPIAN-TANJUNG
Ilustrasi-Sani-dan-Nurdin-saat-mendaftar-di-KPU-Kepri.-Foto-ALPIAN-TANJUNG

Tanjungpinang, (MK) – Seorang pengamat politik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang, Yudhanto mengatakan, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau terpilih HM Sani – Nurdin Basirun tidak boleh menyimpan dendam politik.

“Setelah dilantik nanti, Sani – Nurdin tidak boleh menyimpan dendam politik dalam menyelenggarakan pemerintahan,” ujar Yudhanto, Rabu (27/1).

Menurut dia, Sani – Nurdin milik rakyat dan harus profesional dalam menyelenggarakan pemerintahan.

“Diberi amanah untuk menjalankan pemerintahan selama lima tahun secara maksimal,” ucapnya.

Dia berharap, Sani – Nurdin melupakan permasalahan – permasalahan yang terjadi selama Pilkada Kepri 2015, dan mulai merencanakan strategi pembangunan, pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai calon petahana, Sani seharusnya memiliki kedewasaan dalam berpolitik, meski sejumlah oknum pejabat di pemerintahan saat itu terindikasi tidak netral, berpihak kepada Soerya Respationo – Ansar Ahmad,” katanya.

Dia mengutarakan, Sani – Nurdin harus mampu merangkul seluruh pegawai untuk mempercepat merealisasikan janji – janji politiknya saat berkampanye.

“Pegawai – pegawai yang berprestasi, disiplin dan jujur dalam melaksanakan tugas sebaiknya dirangkul, diberi kewenangan sesuai dengan keahlian,” paparnya.

Masih kata dia, pembinaan dan komitmen dapat dilakukan. Itu lebih baik, daripada tersandera dalam dendam.

“Dendam politik tidak akan menyelesaikan permasalahan, justru berpotensi menimbulkan konflik di pemerintahan. Dalam menetapkan pejabat di satuan kerja perangkat daerah, seharusnya Sani – Nurdin menerapkan profesionalisme,” katanya.

Sani – Nurdin, kata dia, harus membebaskan diri dari dendam politik dan tekanan dari berbagai pihak dalam menetapkan pejabat eselon II, III dan IV.

“Sani – Nurdin juga harus terbebas dari utang politik saat menyelenggarakan pemerintahan,” katanya.

Karena, Kepri harus menatap masa depan yang cerah, bukan larut dalam konflik dan kepentingan yang tidak berpihak kepada masyarakat. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.