Penyengat Satu-satunya Pulau Dinobatkan Pulau Perdamaian Dunia

by -183 views
Presiden World Peace Community Prof. Dr. Djuyoto Sutani, Plt Gubernur Kepri H Isdianto S.Sos.,MM, Walikota Tanjungpinang Syahrul S.Pd didampingi Ketua Sementara DPRD Kepri Lis Darmansyah SH
Presiden World Peace Community Prof. Dr. Djuyoto Sutani, Plt Gubernur Kepri H Isdianto S.Sos.,MM, Walikota Tanjungpinang Syahrul S.Pd didampingi Ketua Sementara DPRD Kepri Lis Darmansyah SH

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Hari ini Minggu (15/9/2019), Pulau Penyengat dinobatkan sebagai Pulau Perdamaian Dunia oleh Komite Perdamaian Dunia (World Peace Community) di Balai Adat Indera Perkasa, Pulau Penyengat.

Penyengat dinobatkan sebagai Pulau Perdamaian Dunia oleh Presiden World Peace Community Prof. Dr. Djuyoto Sutani dan disaksikan secara langsung oleh Plt Gubernur Kepri H Isdianto S.Sos.,MM dan Walikota Tanjungpinang H Syahrul S.Pd serta tamu undangan lainnya.

World Peace Community atau Komunitas Perdamaian Dunia ini dibentuk oleh 202 negara dari seluruh Dunia. Proses penetapan sebuah wilayah menjadi kawasan yang layak dijadikan ikon Perdamaian Dunia sangat panjang.

Karena harus melalui berbagai seleksi yang ketat dan bersaing dengan 202 negara lainnya dan Pulau Penyengat satu-satunya Pulau yang terpilih.

Walikota Tanjungpinang H Syahrul S.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak abad ke-17 sampai sekarang Penyengat telah dikenal.

Lanjut Syahrul, awalnya hanya sebagai tempat singgah pelaut mengambil air tawar. Lalu seiring perjalanan waktu menjadi mas kawin oleh Sultan Riau kepada Raja Hamidah atau Engku Putri yang mana keduanya berlainan suku yakni Melayu dan Bugis sebagai pemersatu perdamaian.

Tambah Ayah sapaan akrabnya Walikota Tanjungpinang ini, pada saat ini pemimpin Kota Tanjungpinang merupakan dari suku Melayu dengan wakilnya dari suku Bugis sebagaimana sejarah terdahulu terulang kembali.

“Semoga Pulau Penyengat semakin terkenal lagi kedepannya. Saya juga berharap Presiden Komite Perdamaian Dunia bisa mengenalkan Penyengat kepada 202 negara lainnya,” ungkapnya.

Presiden World Peace Community Prof. Dr. Djuyoto Sutani saat menandatangani prasasti Pulau Perdamaian Dunia di Penyengat
Presiden World Peace Community Prof. Dr. Djuyoto Sutani saat menandatangani prasasti Pulau Perdamaian Dunia di Penyengat

Dengan telah ditetapkannya Pulau Penyengat sebagai Pulau Perdamaian Dunia, diharapkan nantinya Pulau Penyengat semakin dikenal di 202 negara yang menjadi bagian dari anggota Komite Perdamaian Dunia.

Hal tersebut dikatakan oleh ketua panitia Jefri Tan yang mengatakan bahwa tujuan pemberian gelar Pulau Penyengat sebagai Pulau Perdamaian Dunia adalah memperkenalkan pulau Penyengat kepada 202 negara.

“Komite Perdamaian Dunia sendiri dideklarasikan pada tahun 1997 di Basel Swiss, Eropa. Kemudian dikukuhkan di Newyork, Amerika Serijat. Selanjutnya menyebar di 202 negara dan masing-masing saat ini ada kantor perwakilannya,” ujarnya.

Presiden Komite Perdamaian Dunia Prof. Dr. Djuyoto Sutani mengatakan bahwa etika dunia adalah etika universal. Setelah Penyengat ditetapkan sebagai Pulau Perdamaian, maka dia mengatakan akan langsung memasarkannya kepada Dunia.

“Tahun lalu, kita merayakan Hari Perdamaian Dunia di Jepara dengan dihadiri oleh puluhan duta besar negara-negara anggota Komite. Tahun ini saya akan kembali mengundang delegasi daro 202 negara untuk merayakan hari Perdamaian dunia di Pulau Perdamaian Dunia ini,” kata Djuyoto Sutani.

Djuyoto juga mengatakan bahwa dalam sejarahnya, Penyengat adalah tempat berkumpulnya ilmuan, pemikir dan penulis-penulis hebat. Raja Ali Haji salah satunya.

“Kini resmi sebagai Pulau Perdamaian Dunia Sepanjang Masa. Syair-syair gurindam 12 bahasanya sangat damai dan maknanya sangat dalam. Kini menjadi PR kita bersama untuk memarketinginya. Dan Penyengat harus kita ubah menjadi ‘Penyemangat’,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Isdianto mengajak masyarakat syukuri anugerah atas diresmikannya Penyengat sebagai Pulau Perdamaian Dunia.

“Kita akan menjadi dikenal di 202 negara, bukan kerja main-main. Selanjutnya tinggal kita di daerah la bagaimana memikirkannya secara internal. Jangan sampai momen sebagus ini menjadi sia-sia,” tutupnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.