
Natuna, (MK) – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Natuna membuat gebrakan baru dengan menggunakan sarana teknologi media whatsapp sebagai penunjang untuk berbagi data dan informasi. Hal itu juga guna meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat.
Program tersebut mendapat dukungan dari Bupati Natuna, Hamid Rizal yang ditandai dengan keluarnya surat edaran dari Bupati no: 555/ kominfo-egop/ I/ 2017/ 01 tentang himbauan penggunaan aplikasi whatsapp. Dimana Bupati menghimbau agar seluruh pejabat aktif menggunakan sarana tekonologi whatsapp dalam hal berbagi data dan menerima informasi dengan tujuan meningkatkan kinerja.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Natuna, Raja Darmika akan menindaklanjuti surat edaran Bupati pada awal tahun 2017 ini.
“Kita akan langsung membuat nota dinas untuk dibagikan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informasi agar menggunakan media whatsapp sebagai sarana untuk penyampaian informasi dan komunikasi,” papar Raja Darmika, Jumat (13/1).
Dia mengutarakan, sebagai insan komunikasi dan informasi sudah seharusnya menggunakan aplikasi berbasis TIK dalam rangka pengelolahan dan berbagai data informasi agar semua pegawai di lingkungan Diskominfo menggunakan media whatsapp.
“Sehingga, kinerja dan informasi nanti semakin cepat dan akurat,” ujar Raja Darmika di ruang kerjannya.
Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah Natuna ini juga berharap, dengan adanya media whatsapp ini dapat memudahkan informasi dan komunikasi di setiap SKPD dan juga adanya komunikasi antar SKPD dengan para pimpinan.
“Agar lebih mudah untuk monitor dan memberikan arahan. Dengan terbentuknya group media whatsapp antar SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Natuna, membuat rentang kendali informasi semakin cepat di ketahui dan termomitor para pimpinan,” kata Raja Darmika.
Dia mengemukakan, saat ini banyak beredar di media sosial berita Hoak (Bohong) dengan tujuan memecah bangsa Indonesia dan pemerintahan.
“Untuk mengantisipasi berita hoax, kami melalui Dinas Komunikasi dan Informasi akan membuat suatu design kalimat dengan tujuan agar para pembaca semakin pandai untuk mentelaah informasi, serta bisa membedakan informasi provokator, Sara dan informasi yang akurat dari narasumber yang terpercaya,” ucapnya. (KALIT)
