Proyek Reklamasi Pantai Harus Dikaji Dari Seluruh Aspek

by -341 views
by
Dosen Ilmu Kelautan UMRAH, Yales Veva Jaya. Foto RUDI PRASTIO
Dosen Ilmu Kelautan UMRAH, Yales Veva Jaya. Foto RUDI PRASTIO

Tanjungpinang, (MK) – Salah satu pemerhati ilmu kelautan Kepri, Yales Veva Jaya yang juga dosen Ilmui Kelautan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyebutkan, dalam melakukan suatu aktifitas di laut atau yang dinamakan reklamasi pantai mesti mempertimbangkan daya dukung lingkungan tersebut.

“Harus dikaji dari seluruh aspek di situ. Seperti aspek ekologi dan tidak hanya terpaku oleh aspek ekonomi,” ujar Yales, Rabu (11/5).

Dia mengutarakan, kalau hanya menghitung aspek ekonomi saja dan hanya memikirkan keuntungan sesaat akan ada korban lain.

“Idealnya, dalam melakukan kegiatan suatu pembangunan itu, semua harus serasi. Aspek komponen biotic dan abiotik, social ekonomi itu harus serasi,” ucapnya.

Menurut dia, dalam membuat keputusan pembangunan reklamasi, semua parameter harus dihitung. Kemudian untuk masalah reklamasi Jakarta, belum semua pulau – pulau itu memiliki dokumen Amdal.

“Seharusnya selesaikan dulu kajian itu, apa rekomendasi yang keluar dari kajian itu. Baru lakukan kegiatan pembangunan,” paparnya.

Dia mengemukakan, setiap kegiatan reklamasi itu pasti berdampak kepada lingkungan karena akan merubah pola arus. Pola arus akan merubah alur pergerakan sedimen atau yang di sebut dengan sedimen transport.

“Ada bagian yang terkikis saat abrasi dan ada bagian yang terkikis oleh karang,” ujarnya.

Dari fenomena tersebut, kata dia, terkait reklamasi teluk Jakarta dimana kegiatan didarat berupa industri, pabrik yang mengeluarkan aktifitas berupa logam berat begitu hujan masuk ke sungai kemudian mengalir ke laut.

“Semua yang masuk ini akan tersebar ke semua tempat dan berdampak pada biota di laut serta ikan pelagis akan lari, sehingga nelayan sulit akan menangkap ikan,” ucapnya.

Kemudian, tambahnya, untuk biota yang pergerakannya tidak bisa jauh seperti kerang, siput atau yang dinamakan gastropoda atau crustasea akan terpapar oleh bahan – bahan tercemar.

“Itu yang ditangkap dan kita makan. Hal itu yang beresiko pada kesehatan, pakar – pakar lingkungan dan pakar ekologi akan melihat dari sisi ini sehingga tidak setuju,” tuturnya.

Tetapi, kata dia, kalau mau melihat seimbang dari sisi ekonomi misalnya, bahwa dengan mereklamasi akan mendapat tambahan lahan.

“Diatas lahan tersebut akan dibuat aktifitas ekonomi lain, jasa, perdagangan, industri dan lain sebagainya. Ini akan memberikan inkam,” ucapnya.

Kedua sisi itu, menurut dia, apakah ada kebijakan yang memihak kepada masyarakat lokal kecil sekitar.

“Sekarang yang jadi permasalahannya, apakah ada kebijakan yang memihak kepada masyarakat kecil sekitar,” katanya.

Dia menambahkan, kalau semua pihak yang berpolemik disini bisa meyakinkan bahwa kegiatan tersebut akan bisa mengangkat derajat hidup dan ekonomi masyakat sekitar, mungkin baru ada titik temu.

“Sekarang, kan ini dikorbankan masyarakat pesisir pantai, nelayan tradisional kehilangan sumber mata pencarian,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.