Tanjungpinang, (MK) – Komite Nasional Solidaritas Rohingya (KNSR) bersama Forum Peduli Rohingya (FPR) Kepri mengajukan kepada pemerintah daerah dan pusat agar Pulau Galang sebagai tempat penampungan pengungsi Rohingya, Kamis (28/9/2017).
“Kita bersama KNSR telah melakukan koodinasi bersama pemerintah daerah terkait dengan pengajuan Pulau Galang sebagai tempat penampungan pengungsi Rohingya untuk sementara. Kita juga tahu bahwa sejarah Pulau Galang pernah menampung pengungsi Vietnam,” papar Ketua FPR Kepri, Ustadz Fauzi Armandaris saat konferensi pers di Asrama Haji.
Dia mengutarakan, untuk memperjuangkan usulan tersebut hanya di tingkat pemerintah daerah.
“Untuk disini, kami hanya bisa memperjuangkan di tingkat pusat. Saat ini kita juga telah meneliti struktur wilayah Pulau Galang. Alhamdulillah telah struktur jalan dan fasilitas air juga masih bagus. Jika direstui, maka akan hanya bisa menampung sekitar 50 ribu pengungsi saja,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Presiden KNSR, Syuhelmaidi Syukur berterima kasih atas kepedulian masyarakat Kepri.
“Dahulu, Pulau Galang menjadi camp pengungsian terbaik di dunia. Kita mengucapkan ribuan terima kasih atas kepedulian masyarakat Kepri, InsyaAllah kita akan mengulang kesuksesan sebagai negara yang yang memiliki kepedulian yang besar, seperti dahulunya menampung pengungsi Vietnam yang beragama Budha, dan tidak mungkin pengungsi Rohingya yang beragama Islam tidak dipedulikan, sedangkan Indonesia mayoritas Islam,” ucapnya.
Masih kata dia, sehubung rencana pengusulan Pulau Galang sebagai wilayah penampungan sementara, KNSR akan menemui Wakil Presiden RI untuk meminta dukungan terkait wacana ini.
“Insya Allah pada 4 Oktober 2017 nanti, kita akan menemui Pak Wapres dan mengatakan bahwa Kepri telah mendukung rencana ini dan semoga beliau merestui,” katanya.
Dia menambahkan, saat ini kondisi pengungsi Rohingya di Rakhine State sangat memprihatinkan dan meminta dukungan masyarakat Kepri untuk mendukung Pemerintah Pusat dalam meredam konflik di Myanmar.
“Kita akan menyampaikan dukungan Kepri ke pusat untuk ditindak lanjuti. Saat ini, masyarakat Rohingya ditolak diberbagai negara seperti Sri Lanka dan India. Justru saat ini wilayah mereka sengaja dipasangi ranjau, dan kita berharap masyarakat Kepri juga mendukung Kemenlu dalam diplomasinya,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
