Tanjungpinang, (MK) – Ditengah kesibukan dan aktivitasnya sebagai wakil rakyat, Rahma meluangkan waktunya untuk mengunjungi salah satu rumah pemulung yang menderita penyakit diabetes tinggi di Kampung Bukit Galang II, RT 01/ RW 08 Kelurahan Air Raja Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (27/6) petang.
Memasuki rumah yang berdindingkan papan usang berukuran sekitar 4 meter X 6 meter itu, terlihat wajah sedih dari Legislator PDIP Dapil Tanjungpinang Timur ini. Pasalnya, didalam rumah dengan dinding penuh rongga itu, Rahma melihat seorang pria berusia 43 tahun terbaring lemas dengan kaki kiri yang dibalut perban.
Di sela – sela kunjungannya, Rahma memberikan sedikit rezekinya kepada pria yang diketahui bernama Salman yang merupakan seorang pemulung di Kota Tanjungpinang ini. Bapak empat orang anak itu mengalami luka pada kaki kirinya sejak tiga bulan lalu dan divonis mengidap penyakit diabetes tinggi.
“Saya sudah tiga bulan sakit bu. Saya tidak bisa berdiri dan duduk lama – lama dan pandangan saya juga kabur,” ucap Salman saat dikunjungi Rahma.
Dengan kondisi wajah pucat, Salman menceritakan penyakitnya kepada Rahma. “Saya sakit diabetes. Kata dokter, kadar gula saya 900 lebih,” imbuhnya.
Mendegar hal itu, Rahma kaget dan iba dengan kondisi Salman beserta isteri dan keempat orang anaknya yang masih kecil – kecil.
“Mohon terima rezeki dari saya ini pak, semoga bermanfaat dan sedikit mambantu. Semoga bapak cepat sembuh,” ucap Rahma.
Sebelumhya, kepada MetroKepri.com, Rahma menyampaikan, kehadirannya ke pemukiman ini diharapkan membuka pintu hati para dermawan.
“Sesama hamba Allah, kita saling berbagi. Tambah lagi, anaknya (Salman) mau masuk sekolah. Marilah kita sama – sama membantu warga kita yang membutuhkan bantuan,” imbuhnya.
Terpisah, isteri Salman, Ros menceritakan, tiga bulan lalu suaminya kena paku, dan lukanya tidak sembuh – sembuh karena infeksi. Ketika cek ke rumah sakit, suaminya dinyatakan mengidap penyakit gula tinggi. “Kadar gulanya 900 lebih,” ucap Ros.
Selama tiga bulan suaminya sakit, Ros terpaksa menggantikan posisi suaminya mengais rezeki yang sehari – hari memulung barang bekas.
“Sekarang saya yang nyari uang untuk kebutuhan hari – hari suami dan keempat anak saya. Sehari kadang hanya dapat Rp30 ribu saja. Dari uang itulah untuk kebutuhan kami sekeluarga, kadang – kadang dibantu tetangga disini,” katanya.
Selain itu, kata dia, putri pertamanya bersikeras untuk masuk sekolah. Namun, dengan kondisi saat ini dirinya tidak sanggup untuk membiayainya.
“Saya tidak sanggup untuk bayar dan membeli baju anak saya yang mau masuk SMP. Saat daftar ulang kemarin, saya tidak punya uang, dan anak saya tetap juga ingin sekolah,” imbuhnya.
Dia mengatakan, ketika pendaftaran masuk SMP kemarin suidah melampirkan surat keterangan tidak mampu. Tetapi, tetap juga bayar uang pakaian.
“Saya berharap, ada bantuan dan keringan untuk kami. Tambah lagi, suami saya sedang sakit,” ucapnya dengan nada sedih. (ALPIAN TANJUNG)
