Rapat Koordinasi, Komisi IV Minta Pusat Lebih Perhatikan Budaya Melayu

by -8 views
Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Saat Menyampaikan Kata Sambutan
Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Sirajudin Saat Menyampaikan Kata Sambutan
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang merupakan pilar dasar dalam pembangunan di Indonesia. Tidak hanya itu, saat ini kebudayaan menjadi isu strategis karena kebudayaan adalah pondasi utama sebuah bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi bidang kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau yang digagas oleh Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau di Hotel Sahid Batam Centre, Batam, Kamis (14/11/2019) malam.

Pemukulan Gong Tanda Pembukaan Rapat Koordinasi
Pemukulan Gong Tanda Pembukaan Rapat Koordinasi

Komisi IV selaku mitra Dinas Kebudayaan melalui Sirajudin mengatakan sangat mengapresiasi diselenggarakannya rapat koordinasi dan evaluasi tersebut.

“Kami komisi IV sangat mengapresiasi atas diselenggarakannya rapat koordinasi ini dan dengan rapat ini kami sangat berharap bisa menjadikan budaya sebagai dasar dalam pembangunan di Kepri,” kata Sirajudin.

Sesuai dengan moto Provinsi Kepulauan Riau Bunda Tanah Melayu, menurutnya hal tersebut sudah menggambarkan bahwa di Kepulauan Riau menjadikan budaya sebagai pilar utama pembangunan. Untuk menjadikan hal tersebut lebih fokus maka Pemprov Kepri telah memisahkan antara Dinas Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan.

“Pengembangan kebudayaan di Kepri bukan hanya tanggungjawab dinas terkait melainkan tanggungjawab semua pihak termasuk juga pelaku budaya di Kepri. Oleh sebab itu kita pisahkan dinasnya agar lebih fokus dalam pengembangannya,” ungkap Sirajudin.

Foto Bersama Usai Rapat Koordinasi
Foto Bersama Usai Rapat Koordinasi

Ia berharap kedepan bisa dilakukan rapat koordinasi yang lebih besar lagi yang dihadiri oleh semua pelaku budaya seperti budayawan, seniman dan lain-lain.

“Jadi kedepan kita perlu libatkan semuanya, tidak hanya pemerintah yang mengikuti rapat namun semua pelaku budayaan stakeholder terkait,” harap Sirajudin.

Budaya Melayu merupakan salah satu budaya yang harus menjadi prioritas negara dalam pembangunan. Hal tersebut dijelaskan Sirajudin karena dari budaya Melayu merupakan asal muasal bahasa Indonesia yang saat ini menjadi bahasa nasional bangsa Indonesia.

“Pemerintah tidak boleh melupakan hal ini, dari sini (Budaya Melayu) bahasa Indonesia itu ada. Maka seharusnya kita bangga akan hal itu dan pemerintah pun harus lebih memperhatikan pengembangan kebudayaan di Kepri ini,” tambahnya. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.