Ratusan ASN dan Keluarga Anggota DPRD Batam Divaksin

by -40 views
Satu Pegawai Sekretariat DPRD Kota Batam Saat Cek Kesehatan Selum Divaksin
Satu Pegawai Sekretariat DPRD Kota Batam Saat Cek Kesehatan Selum Divaksin

Batam, (MetroKepri) – Sebanyak 433 aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Sekretariat DPRD Kota Batam menjalani program Vaksinasi Covid-19, Selasa (25/5/2021).

Selain ASN, keluarga dan Anggota DPRD Kota Batam juga turut divaksinasi covid – 19.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap I ini digelar di ruang rapat serbaguna DPRD Kota Batam sekitar pukul 8.00 WIB.

Kabag humas dan protokol DPRD Kota Batam, Taufik mengatakan pemberian vaksinasi kepada staf PNS dan THL di Sekretariat DPRD Kota Batam ini memiliki ketentuan seperti membawa identitas masing – masing pegawai.

“Pertama dalam satu pegawai membawa fotocopy KTP dan sebelum disuntik vaksin, para pegawai dan keluarga DPRD Kota Batam terlebih dahulu melakukan pengisian bio data sesuai KTP masing – masing,” kata Taufik.

Kemudian, kata Taufik, pakaian pegawai yang harus dipakai adalah baju yang lengannya longgar dan harus diwajibkan memakai masker.

“Kegiatan vaksinasi ini sudah dijadwalkan oleh Dinas Kesehatan Kota Batam, dan dilaksanakan oleh dua puskesmas yakni puskesmas sekupang dan puskesmas tiban baru,” katanya.

Sementara itu, Dokter Hilda selaku penanggungjawab kegiatan vaksinasi Covid-19 di DPRD Kota Batam mengatakan untuk program vaksinasi di DPRD Kota Batam ini sasaranya adalah 433 orang terdiri dari pegawai dan keluarga dewan.

“Jadi, artinya setiap orang yang mau divaksinasi pertama kita ada melakukan screaning atau pemeriksaan kesehatan, apakah mereka itu layak untuk divaksin atau tidak. Setelah selesai discreaning atau lolos baru kita melakukan penyuntikan vaksinasi,” ucapnya saat diwawancarai media ini di ruang rapat serbaguna DPRD Kota Batam.

Hilda mengatakan, setelah selesai penyuntikan vaksin pihkanya baru melakukan registrasi pakai komputer, sebab jalurnya seperti itu.

“Kita pertanyakan beberapa hal kepada pegawai yang mau divaksinasi yaitu pertama kita mempertanyakan apakah pernah dia divaksin atau vaksin. Kedua apa vaksin pertamanya, apakah dia ada alergi atau tidak, dan apakah ada penyakit lain seperti penyakit jantung atau penyakit darah tingginya tidak terkontrol atau penyakit asma atau yang sedang menjalani terapi penyakit kanker,” ujarnya.

Dia memaparkan dalam data pegawai dan keluarga dewan yang mau divaksinasi tersebut sebanyak 433. Akan tetapi yang dapat disuntik vaksin hari ini tidak sampai, hanya saja pas setelah selesai kegiatan tersebut, tidak sampai target.

“Jadi hari ini kita hanya dapat melakukan penyuntikan vaksinasi jumlahnya sebanyak 175 orang, dengan kondisi bahwa sebagian dari pegawai ada yang hamil dan ada yang menyusui, dan memang mereka ada sebagian melakukan kegiatan keluar daerah, intinya tidak berada di kantor,” katanya. (*)

Penulis : Rosjihan Halid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.