Tanjungpinang, (MetroKepri) – Sanggar Sekar Setaman melaksanakan Pagelaran Seni Budaya Jawa Wayang Kulit, dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriyah, Sabtu (7/9/2019) di lapangan depan balai pertemuan Kampung Wonosari Km 13 arah Kijang Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang.
Pagelaran seni Wayang Kulit ini juga bekerjasama dengan Sound System Putra Pandawa dan diselenggarakann oleh Ketua RW 011 Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Sarman.
Wayang Kulit yang dilakoni oleh Sanggar Sekar Setaman kali ini degan judul “Semar Mbangun Khayangan” dengan Ki Dalang Winarno dari Tulung Agung.
Sarman, saat dikonfirmasi oleh awak media ini menjelaskan, Wayang Kulit mengisahkan bahwa Semar itu Pamong Kawulo (masyarakat). Dengan arti kedepannya Pamong atau yang bisa mengayomi masyarakat.
“Pentas seni ini saya laksanakan dengan tujuan untuk melestarikan Budaya Jawa yang ada di Kota Tanjungpinang sebagai seni budaya nasional Indonesia,” terangnya.
Lanjut Sarman, intinya, dengan dilaksanakannya Wayang Kulit ini dapat menjadi pemersatu antara suku bangsa yang ada di Tanjungpinang agar selalu damai, aman dan sejuk sehingga NKRI tetap harga mati.
“Mudah-mudahan di Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah ini, Indonesia dalam keadaan aman, damai, sejahtera dan selalu kondusif serta jauh dari perpecahan antar sesama suku bangsa,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu Tokoh Masyarakat Kampung Wonosari Abdul Aziz berharap ada penerus dari sanggar seni Wayang Kulit ini di Kota Tanjungpinang. Karena, menurut Aziz seni jawa ini sebagai salah satu Seni Budaya Indonesia yang harus dilestarikan.
“Mudah-mudahan kedepannya, Pemerintah juga ikut andil dan peduli akan seni budaya bangsa ini sebagai karya seni anak bangsa di Tanjungpinang,” katanya. (*)
Penulis: Novendra
