
Bintan, (MK) – Salah satu ciri keberhasilan dan kemajuan suatu desa adalah tertib dan cepatnya proses administrasi dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan berjalannya program e – Goverment, e – Desa serta program Simkeudes secara online, diharapkan proses pelayanan kepada masyarakat dapat lebih terintegrasi,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika usai memimpin rapat mekanisme evaluasi APBDes TA 2017 dan sosialisasi program internet desa (Manggoes Sky) di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan, Bandar Seri Bentan, Senin (17/4/2017).
Dia mengutarakan, tindaklanjut atas percepatan penerapan Program Smart City yang digagas oleh Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos di Kabupaten Bintan maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan menghadirkan seluruh camat, lurah serta kepala desa agar mendengarkan langsung paparan dari jajaran PT Telkom Kepri – Kota Batam terkait manfaat, sistem pengoperasian, biaya operasional hingga permasalahan jaringan di tiap desa.
“Sesuai arahan Bupati Bintan H. Apri Sujadi, agar program smart city terlaksana di Kabupaten Bintan. Maka kita mengadakan pertemuan yang menghadirkan camat, lurah serta kepala desa agar beberapa permasalahan di lapangan cepat teratasi terutama masalah jaringan internet. Maka salah satu solusi yang coba kita dorong adalah penggunaan Satelit Manggoes Sky,” paparnya.
Ditambahkannya, bahwa seusai rapat hampir semua desa sangat atensi terhadap penggunaan Satelit Manggoes Sky. Hasil pembahasan atas penggunaan aplikasi diketahui bahwa nantinya diharapkan terkait pendataan pelaporan, baik laporan keuangan maupun laporan administrasi sudah rapi dan tersusun dalam suatu sistem aplikasi, sehingga apabila terjadi musibah seperti kebakaran datanya tidak akan hilang karena sudah tersimpan dalam aplikasi penyimpanan (cloud).
“Masalah penganggaran sudah kita sampaikan berapa besarannya, diharapkan pemerintah desa bisa menganggarkan sendiri sehingga Program Manggoes Sky kita targetkan secepatnya bisa terlaksana,” ucapnya.
Sementara itu, Business Government Enterprise Service (BGES) PT Telkom Kepri, Firdaus mengatakan beberapa penghematan anggaran akan didapat bila menggunakan aplikasi e – Desa seperti penghematan biaya ATK, percepatan akses komunikasi, hingga penghematan tempat untuk penyimpanan database baik kependudukan maupun pembangunan desa.
“Ada lebih dari 60 template dengan berbagai variasi manfaat yang coba kita tawarkan, mulai dari sistem data permohonan KTP, form data kependudukan hingga surat pengantar,” ujarnya.
Dalam pemaparan dari PT Telkom Kepri itu juga diketahui harga instalasi program Satelit Manggoes Sky berkisar Rp2.500.000,- dengan kapasitas 15 GigaByte/ Desa. Adapun manfaat produk Manggoes Sky dapat menjadi salah satu solusi khususnya dalam masalah akses internet di wilayah terpencil. Secara filosofi arti Mangoes Sky itu sendiri adalah Human Go to Sky (Manusia ke Awan).
“Layanan yang disediakan oleh produk ini adalah layanan internet berbasis satelit dengan harga yang murah. Area layanan daripada produk ini juga meliputi seluruh wilayah di Indonesia,” ucapnya. (Red)
