Tanjungpinang, (MK) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tanjungpinang mengadakan sosialisasi pengawasan pemilihan umum (Pemilu) Partisipatif bersama perwakilan tokoh masyarakat RT/ RW se – Kota Tanjungpinang, di salah satu hotel di Tanjungpinang, Sabtu (9/12/2017).
Sosialisasi ini dilaksanakan dalam rangka Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota Tanjungpinang tahun 2018.
Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah mengatakan untuk mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjungpinang 2018, Panwaslu dengan Rukun Tetangga/ Rukun Warga (RT/RW) harus bersinergitas.
Masih kata dia, kalau tidak ada sinergitas antara Panwaslu dengan RT/ RW, pihaknya meyakinkan bahwa Pilkada mendatang tidak bisa berjalan sesuai apa yang diharapkan.
“Kita memiliki peran yang sama. Jadi kalau hanya Panwaslu saja yang bekerja, saya pikir Pilkada nanti tidak akan berjalan sesuai yang kita inginkan,” paparnya.
Dia mengutarakan, RT/ RW merupakan lembaga kemasyarakatan yang bisa mewakili Panwaslu di masyarakat untuk menyampaikan informasi – informasi tentang Pilkada. Selain itu, RT/ RW itu lembaga kemasyarakatan yang posisinya dekat dengan masyarakat, bahkan dekat di hati masyarakat.
“Oleh karena itu, akan lebih membantu Panwaslu menyampaikan informasi. Didalam materi juga, kita menjelaskan kepada RT/ RW apa – apa saja yang menjadi pengantisipasi jika terjadi kecurangan dalam Pilkada dan peran RT/RW – nya seperti apa, lalu kita singkronkan dengan Panwaslu, karena peran Panwaslu adalah mengawasi, mencegah, menindak. Jadi RT/ RW itu bisa membantu kami untuk melakukan pencegahan – pencegahan,” ujarnya.
Dia mengemukakan, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan RT/ RW yang hadir bisa menyampaikan apa saja informasi terkait Pilkada kepada tetangga maupun warganya dalam hal untuk mensukseskan Pilkada Tanjungpinang 2018 mendatang.
Sementara itu, saat ditanya pelaksanaan sosialisasi tersebut berkaitan dengan ada permasalahan Panwaslu dengan Ketua RT/ RW kemarin, Maryamah membantahnya.
“Sosialisasi ini tidak ada kaitanya dengan permasalahan itu. Ini memang sudah program kita. Sebelum kejadian itu, program ini sudah dirancang untuk tokoh masyarakat yang salah satunya adalah Ketua RT/ RW. Terkait permasalahan itu juga sudah selesai kedua belah pihak, dan tidak ada masalah lagi,” ucapnya.
Dikesempatan itu, Sekda Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang Pilkada mendatang.
Riono juga menjelaskan, RT/ RW merupakan ujung tombak, perannya ini memang perlu distrechingkan supaya diperkuat untuk suksesnya pelaksanaan Pilkada 2018 mendatang.
“Semuanya harus diatur sedemikian rupa supaya Pilkada Tanjungpinang aman, tidak ada gejolak yang berarti meskipun akan dan sedang melaksanakan Pilkada,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa yang namanya Pilkada, potensi – potensi untuk kecurangan itu bisa saja terjadi hampir di setiap wilayah selagi punya RT/RW, kalau itu fokusnya.
“Kecuali daerah yang tidak mempunyai RT/ RW seperti batu 7, ada warganya tapi tidak punya RT/ RW tu. Jadi, itu mungkin tidak akan ada masalah dalam Pilkada. Jadi, kalau kita mengatakan bahwa potensi masalah itu hanya di wilayah A itu kurang tepat, karena kalau masih ada yang namanya RT/ RW, ya wilayah itu dimanapun pasti punya potensi masalah. Makanya kita perkuat peranan mereka ini melalui forum – forum seperti ini,” imbuhnya. (NOVENDRA)
