
Tanjungpinang, (MK) – Wakil Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul S.Spd menyebutkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargatkan pada tahun 2018 mendatang warga Tanjungpinang sudah harus memiliki e – KTP.
“Yang jelas target dari Kemendagri, diakhir tahun 2018 semua warga masyarakat sudah harus memiliki e – KTP, termasuk Kota Tanjungpunang,” papar Syahrul kepada sejumlah awak media, Sabtu (15/4/2017).
Sementara, kata Syahrul, terkait jumlah penduduk Tanjungpinang yang terdata di Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data termutakhir itu adalah di Dinas Kependudukan Kota Tanjungpinang.
“Saat ini jumlah penduduk Kota Tanjungpinang sebanyak 252 ribu jiwa, sedangkan data BPS yang lama hanya 210 ribu jiwa. Jadi, sekarang sudah meningkat sekitar 42 ribu jiwa,” ujarnya.
Hal itu menurut dia, disebabkan ada yang pindah ke Tanjungpinang tidak memiliki e – KTP. Apalagi yang pindah dari luar Tanjungpinang dan tidak membawa data KTP. Jadi, harus dibuat baru,” ucapnya.
“Selain itu, ada sedikit masalah dengan proses e – KTP dibeberapa media. Tetapi, tahun ini sudah tercetak sekian puluh ribu. Untuk Kota Tanjungpinang kita belum tahu berapa jumlahnya,” kata Syahrul.
Dia mengutarakan, kemarin Pemko Tanjungpinang telah mengusulkan sebanyak 63 ribu blangko dan yang didapat hanya 6 ribu blangko saja. Oleh karena itu, Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto ditugaskan ke pusat untuk melobi e – KTP sebanyak – banyaknya.
“Kita sudah menugaskan Irianto ke pusat dengan tujuan untuk melobi blangko sebanyak mungkin, karena kita di Kota Tanjungpinang tidak lama lagi akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan beliau (Irianto) sudah dua hari disana,” ucapnya.
Syahrul berharap, keberangkatan Kadisdukcapil Kota Tanjungpinang ke Jakarta dapat membuahkan hasil yang diinginkan. Jadi, kalau bisa dapat terealisasi di akhir 2017 mendatang, karena syarat memilih harus memiliki e – KTP.
Sementara itu, saat ditanya selisih 42 ribu itu dalam waktu 5 bulan ini bisa terealisasi atau tidak, Syahrul mengaku hal itu perlu ditelaah dan dilihat lagi data – data positif yang ada di kelurahan, pertambahannya seperti apa dan datangnya darimana.
“Apalagi mau Pilkada, kita akan selektif benar – benar darimana datangnya penambahan penduduk sebanyak itu. Yang jelas selisih itu nanti akan kita pikirkan. Yang sudah pasti, kita akan optimalkan untuk mendapatkan blangko sesuai dengan permintaan kita,” katanya. (NOVENDRA)
