Tanjungpinang Akan Dapat Jatah Revitalisasi Pasar Dari Pusat

by -381 views
Kawasan Pasar Paru Tanjungpinang
Kawasan Pasar Paru Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MK) – Pasar Baru II Kota Tanjungpinang yang memiliki catatan musibah kebakaran pada 2013 lalu, akhirnya mendapatkan jatah perbaikan melalui program Revitalisasi Pasar yang dicanangkan pemerintah pusat untuk pasar tradisional seluruh Indonesia.

Bangunan pasar yang kini tak lagi dihuni oleh pedagang dan diramaikan aktifitas jual beli sebagaimana riuhnya suatu pasar itu, akan segera mendapatkan kucuran dana pusat sebesar Rp7 miliar untuk di revitalisasi pada 2016.

Meski belum tahu pasti kapan revitalisasi tersebut akan dilaksanakan. Namun, dalam hal ini Pemerintah Kota Tanjungpinang sedang mempersiapkan perihal yang akan dibutuhkan dengan harapan revitalisasi pasar yang dimaksud dapat berjalan tanpa ada hambatan dari pusat maupun di daerah.

“Sampai saat ini kami sudah mengirimkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ke pusat, mengenai kapan pelaksanaan revitalisasi ini, itu akan diproses di pusat,” kata Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Kamis (31/3).

Pemko Tanjungpinang juga sudah menyiapkan sketsa bentuk bangunan pasar yang mendapat jatah revitalisasi di tahun 2016 ini, dengan struktur bangunan yang direncanakan Lis berbentuk bangunan dua tingkat.

“Kami berharap, revitalisasi pasar ini tidak hanya didapat Tanjungpinang hanya tahun ini saja, tapi kami harapkan tahun 2017 Kota Tanjungpinang mendapatkannya lagi. Kalau dapat, akan kami tingkatkan bangunan pasarnya,” papar Lis.

Harapan yang disampaikan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengingat, setiap tahunnya pemerintah pusat mengalokasikan dana untuk merevitalisasi sekitar 1000 pasar tradisional di Indonesia.

Mensukseskan pelaksanaan revitalisasi di bangunan pasar yang berukuran sekitar 16 x 24 meter itu, Pemko Tanjungpinang sedang menyiapkan lokasi pengganti bagi pedagang yang berada di jalan masuk menuju titik bangunan. Karena, untuk mulus melakukan aktivitas pembangunan, para pedagang yang berada di akses jalan menuju Pasar Baru II tersebut harus dipindahkan sementara.

“Ada sekitar 20 pedagang yang akan kami relokasi ke sekitar kawasan Pasar Bestari, dan saya sudah minta agar dinas terkait untuk melakukannya,” ucap Lis.

Dinas yang dimaksudkannya meliputi Dinas Pasar Koperasi dan UMKM (DPKUMKM), Dinas Perindustrian Perdagangan Ekonomi Kreatif dan Penanaman Modal (Diperindag Ekraf dan PM) Kota Tanjungpinang untuk bersinergi mensiasati relokasi tersebut.

“Kami juga sudah minta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang untuk melakukan perundingan kepada pemilik lahan, tentang rencana kerjasama untuk relokasinya,” papar Lis.

Tujuannya, agar relokasi yang diharapkan tidak menimbulkan masalah. Oleh sebab itu, Pemko Tanjungpinang membutuhkan peran BUMD untuk mengetahui berapa estimasi biaya yang diperlukan untuk relokasi 20 pedagang ke sekitaran Pasar Bestari tersebut, sehingga anggarannya bisa disiapkan.

Terpisah, Dirut BUMD Kota Tanjungpinang Asep Nana Suryana membenarkan bahwa revitalisasi pasar 2016 akan dilakukan di Pasar Baru II yang berada di Pelantar KUD Kota Tanjungpinang.

Menurut Asep, di dalam bangunan pasar tersebut memang sudah tidak lagi dihuni oleh pedagang. Namun, keberadaan pedagang yang berada di sepanjang Pelantar KUD harus dibebaskan untuk mempermudah akses menuju ke Pasar Baru II.

“Kami harus membebaskan pedagang yang berada di pelantar KUD, sekitar 14 sampai 20 pedagang yang masih berada di akses pintu masuk menuju pasar itu,” papar Asep.

Pembebasan yang dimaksud Asep berupa relokasi pedagang ke sekitar wilayah Pasar Bestari yang berada tidak jauh dari Pasar Baru II. Perihal ini, sambung Asep akan segera dirampungkan untuk mensukseskan revitalisasi pasar di Kota Tanjungpinang.

“Pedagang itu buat sementara dipindahkan ke Pelantar I lagi, bukan di Pasar Bestari, tapi di dekat Pasar Bestari,” ucapnya. (ANT)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.