Tim WFQR IV Amankan Kapal Bawa Bawang Illegal

by -275 views
by
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S. Irawan Saat Meninjau Kapal Tangkapan Bermuatan Bawang Ilegal
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S. Irawan Saat Meninjau Kapal Tangkapan Bermuatan Bawang Ilegal
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S. Irawan Saat Meninjau Kapal Tangkapan Bermuatan Bawang Ilegal
Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI S. Irawan Saat Meninjau Kapal Tangkapan Bermuatan Bawang Ilegal

Tanjungpinang, (MK) – Bawa bawang merah dan buah – buahan illegal dari Malaysia, KM. Rizky Indah diamankan oleh tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Batam Lantamal IV di perairan Selat Dempo Pulau Galang Batam, Senin (13/02/2017).

Penangkapan terhadap KM Rizky Indah bukan suatu kebetulan, karena kapal tersebut telah menjadi target operasi dari tim WFQR Lantamal IV yang disinyalir berulang kali melakukan tindakan illegal berupa penyelundupan barang dari luar negeri.

Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan mengatakan, KM Rizky Indah GT 21 berbendera Indonesia saat ditangkap dinakhodai oleh “AR” bersama dua orang ABK dan menurut pengakuan nakhoda, kapalnya berlayar dari Batam dengan tujuan Dabo Singkep Kabupaten Lingga.

“Dari hasil pemeriksaan sementara tim WFQR di lapangan, KM Risky Indah bermuatan lebih kurang 600 karung bawang merah dan 50 karung buah – buahan yang berasal dari luar negeri tanpa dilengkapi dengan dokumen manifest muatan kapal,” papar Danlantamal IV Tanjungpinang, Irawan.

Selain itu, kata dia, surat pemberitahuan berlayar yang ditunjukkan oleh kapten kapal tidak sesuai.

“Modus yang digunakan oleh para pelaku sama dengan pelaku penyelundupan yang telah terlebih dahulu ditangkap oleh tim WFQR yaitu bawang merah yang berasal dari Malaysia dibawa masuk ke Batam dengan menggunakan kontainer secara ilegal, selanjutnya dengan memanfaatkan cuaca buruk yang akhir – akhir ini terjadi di perairan Kepri, mereka mencoba mencari kelengahan petugas untuk membawa barang selundupan ke berbagai daerah dengan menggunakan kapal dengan tonase yang lebih kecil,” ujar Danlantamal IV.

Jenderal bintang satu ini juga mengatakan akibat yang ditimbulkan dari ulah para penyelundup tersebut, apabila diakumulasikan jelas – jelas negara mengalami kerugian yang signifikan.

“Mereka sengaja berusaha menghindari pajak hanya demi keuntungan segelintir orang dan mengorbankan kepentingan umum,” ucapnya.

Dia mengemukakan, apabila hal ini tidak diberantas, kegiatan ini akan merusak sendi – sendi perekonomian masyarakat lokal yang tentunya akan berimbas terhadap perekonomian nasional.

“Untuk itu, TNI AL pada umumnya dan Lantamal IV melalui tim WFQR akan terus memburu para pelaku penyelundup barang illegal dari luar negeri sampai ke akar – akarnya,” kata Irawan.

Pihaknya akan membongkar jaringan sindikat penyelundup barang illegal ini. Mereka tidak mungkin bermain sendiri – sendiri. Tim WFQR Lantamal IV telah memiliki data dan informasi berkaitan dengan kegiatan mereka.

“Jalur – jalur titik kerawanan telah dipetakan, pelabuhan – pelabuhan “tikus” yang selama ini dijadikan tempat bongkar muat, telah kita data,” ucapnya.

Sebelum mengakhiri keterangan pers kepada awak media, Danlantamal IV mengatakan, saat ini kapal beserta seluruh ABK dan muatan dibawah pengawalan tim WFQR Lantamal IV dan dibawa menuju dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna penyelidikan dan proses hukum lebihlanjut sambil melakukan koordinasi dengan pihak – pihak terkait. (Red/ Dispen Lantamal IV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.