Tanjungpinang, (MK) – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV kembali menangkap MV Selin GT 78 jenis kapal pancing ikan berbendera Malabo (Negara bagian Afrika Selatan) di perairan Berakit Kabupaten Bintan, Sabtu (16/4).
Penangkapan kapal itu juga dilakukan di posisi 01 19 026 U – 104 34 901 T Bintan Utara, dengan ABK 4 orang (Nakhoda) nya berkewarganegaraan Singapura, sedangkan 3 orang lainnya berkewarganegaraan Indonesia.
Sementara itu, didalam kapal tim WFQR menemukan 13 orang penumpang, tujuh orang berkewarganegaraan Singapura dan enam orang berkewarganegaraan Malaysia.
Dari hasil pemeriksaan sementara serta keterangan ABK Kapal MV Selin berbobot GT 78 tersebut, mereka berangkat dari Singapura mencari ikan. Namun mereka memasuki wilayah perairan Indonesia dan menangkap ikan tanpa izin sehingga ditangkap Tim WFQR Lantamal IV.
Selanjutnya kapal dikawal ke Pos Angkatan Laut Berakit untuk dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan serta pemeriksaan barang – barang haram lainnya seperti narkoba dan barang terlarang lainnya.
Pada kesempatan itu, Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan menyampaikan, atas penangkapan ini pihaknya akan bekerjasama dengan Imigrasi Tanjungpinang untuk pemeriksaan orang asing yang diamankan tersebut.
“Sesuai dengan komitmen Lantamal IV dan perintah dari Pangarmabar untuk terus mengintensifkan, menjaga serta mengamankan seluruh potensi dan sumberdaya alam laut di wilayah perairan Kepri dari tindakan – tindakan illegal,“ ujar Irawan melalui release Dispenal Lantamal IV Tanjungpinang.
Dikatakan Danlantamal IV, wilayah Kepri merupakan 96 persen adalah lautan dan 4 persen daratan serta didukung potensi kekayaan laut yang berlimpah.
“Hal ini banyak mengundang kerawanan. Selain itu wilayah Kepri berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Maka, membutuhkan kerjasama dan dukungan dari seluruh masyarakat Kepri dan semua jajaran stakeholder agar ikut serta mengamankannya,” kata Irawan.
Dia mengutarakan, pola operasi yang digelar banyak membuahkan hasil. Hal ini juga berkat kerjasama intelijen dan informasi dari masyarakat serta penajaman fungsi dan tugas Pos – Pos Angkatan Laut diseluruh wilayah kerja Lantamal IV yang sangat efektif, hal ini untuk mensiasati ditengah keterbatasan anggaran operasional. (Red)
