Workshop Bunda Literasi Kepri, Dewi: Galakkan Kembali Minat Baca di Lingkungan

by -339 views
Bunda Literasi Kepri, Hj Dewi Kumalasari Ansar Saat Workshop
Bunda Literasi Kepri, Hj Dewi Kumalasari Ansar Saat Workshop

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Setelah dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (27/9/2022) lalu, Hj. Dewi Kumalasari Ansar langsung mengisi kegiatan Workshop Bunda Literasi Provinsi Kepri tahun 2022 sebagai narasumber di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (28/9/2022).

Pada kegiatan itu, selain Dewi Ansar turut hadir pula sejumlah narasumber berkompeten, diantaranya Ketua GMPB Provinsi Kepri Hanafi Ekra dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri Rahmat dan dimoderatori oleh Dr. Jepri.

Dihadapan peserta workshop, Dewi Ansar menjelaskan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kegemaran membaca.

“Secara umum di Indonesia khususnya Kepri minat membaca masyarakat masih rendah. Makanya kita perlu galakkan kembali minat baca di lingkungan kita, yang dimulai dari lingkungan keluarga kita masing-masing,” papar Dewi Ansar.

Dewi Ansar juga mengungkapkan bahwa keluarga adalah akses literasi pertama, sebagai lingkup terkecil untuk menggalakkan kembali gemar membaca.

“Sebagai orang tua, bagaimana kita menggiatkan kembali literasi keluarga. Setelah itu, baru ke lingkungan sekitar dan lingkup masyarakat luas,” ujarnya.

Selanjutnya, Dewi Ansar berharap kepada seluruh Bunda Literasi Kabupaten/ Kota se-Kepri yang juga telah dikukuhkan agar program-program Bunda Literasi ini dapat segera dilaksanakan di kabupaten/ kota masing-masing, bahkan jika perlu hingga level kecamatan maupun kelurahan/ desa.

“Semoga dengan adanya program-program ini masyarakat kota, desa hingga daerah pesisir dapat merasakan manfaatnya,” ucapnya.

Terakhir, untuk menyukseskan program Bunda Literasi ini, Dewi Ansar mengharapkan adanya sinergi dan kolaborasi dengan pihak-pihak yang berkompeten, misalnya TP-PKK, Dharma Wanita, Organisasi Wanita, Tokoh Adat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemangku kepentingan dan Lembaga Pendidikan misalnya Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

“Saya percaya dengan adanya sinergi dan kolaborasi ini tantangan kedepannya akan lebih mudah untuk diatasi, sehingga membaca akan menjadi salah satu kegemaran utama masyarakat,” katanya. (Ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.