Tanjungpinang, (MK) – Hujan yang mengguyur Kota Tanjungpinang, Senin (11/7) membuat warga Jalan Sembat, Hutan Lindung resah. Pasalnya, puluhan rumah warga digenangi air hujan. Padahal, permasalahan banjir itu juga sebelumnya sudah pernah diadukan ke pemerintah.
“Masalah ini sudah kita adukan ke pemerintah. Hingga saat ini, belum ada pihak pemerintah yang cross check ke lapangan. Lihat sendiri, disini padat penduduk tapi paritnya kecil. Kita minta bantuan tapi tak diindahkan untuk buat parit yang sedikit lebar,” ujar Ketua RT 03 RW 05, Bujang saat memantau rumah warga yang digenangi air.
Bujang mengatakan, kebanjiran di lingkungannya akan terus terjadi apabila tidak ada perbaikan parit disisi jalan.
“Setiap hujan lebat pasti banjir. Seperti ditikungan disini, paritnya kecil sekali, apalagi Hutan Lindung ini berada di bawah. Maka, kalau hujan lebat air dari atas turun deras, sehingga parit yang kecil tidak sanggup menampung air. Akibatnya air masuk ke rumah warga,” katanya.
Selain itu, kata dia, ada salah seorang pejabat SKPD yang bertempat tinggal di lingkungan sini (Jalan Sembat), namun hanya berdiam diri melihat kondisi dan kebanjiran setiap hujan turun.
“Ada salah satu Kepala Dinas Pemko Tanjungpinang yang tinggal didaerah sini. Rumahnya enggak kebanjiranlah, soalnya dia tinggiin dan dibaguskan. Rumah warga disini semua rata – rata sederhana, dia (Kepala Dinas) tahu kok keadaan seperti ini dan orangnya kelihatan tidak acuh, padahal dia juga membidangi hal – hal seperti ini,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
