Pipa PCM di Km 8 Pecah, Rudy Chua Minta Pemerintah Segera Lakukan Rehab

by -166 views
Aliran Air Dari Pipa Pecah di Km 8 Tanjungpinang
Aliran Air Dari Pipa Pecah di Km 8 Tanjungpinang

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Pipa PCM milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri kembali pecah di Km 8 Tanjungpinang. Pecahnya Pipa PCM yang berusia 51 tahun ini, pemerintah diminta untuk segera melakukan rehab terhadap pipa pipa tersebut.

“Pipa PCM yang pecah ini, dipakai sejak tahun 1971. Pada 3 Mei 2022 mendatang, usianya sudah 51 tahun,” papar Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, Sabtu (19/3/2022).

Menurutnya, kondisi pipa yang pecah ini jelas sangat merugikan pelanggan maupun pengguna jalan akibat gangguan saat perbaikan.

“Sudah saatnya pemerintah segera melakukan rehab terhadap pipa pipa tersebut, terutama jaringan yang ada di Km 6 sd Km 10, Km 12 sd Km 13,” ujar Rudy Chua.

Legislator Partai Hanura Dapil Kepulauan Riau 1 (Kota Tanjungpinang) ini menyebutkan, pihak PDAM Tirta Kepri juga sudah mengajukan permohonan tersebut berturut dalam kurun waktu 4 tahun APBD.

“PDAM selama 4 tahun ini selalu mengajukan permohonan untuk rehab pipa di ruas Km 6 sd 10 (sekitar 17 M) dan permintaan tersebut belum bisa dipenuhi Pemprov Kepri karena belum ada anggaran,” ucap Rudy Chua.

Selain itu, kata Rudy, saat ini pelayanan PDAM Tirta Kepri baru bisa menyentuh 13.000 pelanggan. Sementara, di Kota Tanjungpinang masih ada 40.000 rumah, ruko, kantor yang belum mendapat pelayanan air PDAM.

“Kalau dulu tidak masalah, karena masyarakat kebanyakan memanfaatkan air sumur. Tetapi, seiring dengan perubahan kondisi alam dan semakin padatnya pemukiman, mengakibatkan sumur gampang kering sehingga permintaan layanan air minum PDAM menjadi meningkat. Ini seharusnya PR pemerintah, tetapi ironisnya kita masih sibuk dengan pipa pecah,” imbuhnya.

Hingga kabar ini diposting, media ini belum berhasil menghubungi Direktur PDAM Tirta Kepri. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.