
Natuna, (MK) – Angin puting beliung yang disertai hujan lebat memporakporandakan bangunan Astaka STQ Ke IX di kawasan Masjid Agung Kabupaten Natuna, Kamis (27/4/2017) sekitar pukul 11.45 WIB.
Hujan lebat yang disertai angin puting beliung dengan durasi sekitar 3 menit tersebut, seluruh bangunan Astaka hancur, sound system, lifting dan tenda Bankom RAPI.
“Angin puting beliung terjadi saat hujan lebat. Hanya durasi 3 menit, habis semua berantakan, baik itu tenda dan bangunan Astaka,” ucap salah satu personil RAPI Natuna, Miskadi.
Miskadi beserta beberapa personil RAPI Wilayah Natuna yang berada di lokasi kejadian yakni di Posko Bankom RAPI mengatakan, saat kejadian pihaknya bersama personil lainnya berusaha mempertahankan tiang tenda, amun tidak mampu karena angin puting beliung terlalu kuat.
“Kita bertiga tidak mampu menahan tenda dari angin beliung, semua kursi terangkat terbang keatas dan semua motor tumbang berserak. Akhirnya kami lari untuk menyelamatkan diri untuk berlindung,” papar salah satu anggota Rapi, Roni Kambey.
Dia mengutarakan, angin bermula dari arah Masjid Agung kemudian mengitari sekeliling yang akhirnya menghancurkan warung dagangan disekitar Masjid Agung dan semua tenda yang ada dan mengarah ke Puak(Lokasi Perumahan Pemda Natuna).
Sementara itu, Kasubag Sosial Kemasyarakatan Bagian Kesra Natuna, Viva menyampaikan semua peralatan tenda beserta bangunan Astaka hancur total dan akan dibawa pulang semua peralatannya.
“Semua tenda dan peralatan lain akan dipulangkan karena sudah hancur,” ucapnya.
Sedangkan, kata dia, untuk nilai kerugian belum bisa dipastikan, karena pihak ketiga yakni pemilik sound system dan pembangunan Astaka belum ada laporannya.
Dia akan segera rapat dengan pihak panitia dan kemungkinan besar acara penutupan STQ berlangsung didalam Masjid Agung.
“Akan segera rapat, kemungkinan nanti penutupan acara STQ diadakan didalam Masjid Agung,” katanya. (KALIT)
