Bahaya Corona, PERPAT Desak Pemda Ban Travel WNA China

by -271 views
Ketua Harian dan Pengurus Perpat Tanjungpinang
Ketua Harian dan Pengurus Perpat Tanjungpinang
Iklan Banner

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Bahaya terhadap Virus Corona di Wuhan China yang saat ini menjadi atensi seluruh masyarakat Kepri khususnya di Kota Tanjungpinang.

Atensi tersebut juga hadir dari Komunitas anak tempatan Kota Tanjungpinang yakni Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Tanjungpinang.

“Beberapa waktu yang lalu dan telah memakan korban jiwa di lebih 13 negara. Hal ini menjadi kekhawatiran kita bersama dimana kita ketahui bahwa penyebaran virus ini begitu cepat dan sangat berbahaya,” kata Ketua Harian Perpat Tanjungpinang Iwan SR kepada awak media ini, Senin (27/1/2020).

Apalagi, kata Iwan, Tanjungpinang/Pulau Bintan ternyata menjadi salah satu dari 19 daerah yang diwaspadai terinfeksi wabah virus mematikan asal China ini.

Lanjut Iwan, dikarenakan Tanjungpinang adalah salah satu tujuan kedatangan WNA asal China ini baik melalui jalur laut maupun udara sebagaimana yang di nyatakan pihak kemenkes beberapa waktu yang lalu.

“Kemudian kita juga dalam kondisi bahaya dikarenakan posisi kita yang paling dekat dengan negara tetangga yang ternyata sudah terkena virus corona tersebut seperti singapura dan malaysia,” sebutnya.

Akan hal tersebut, Perpat mendesak pemerintah segera mengambil langkah yang lebih proaktif dalam upaya preventif guna melindungi keselamatan masyarakat.

“Dalam hal ini Dirjen Imigrasi punya peranan penting untuk menahan pendatang dari China dengan menerbitkan travel warning, ban travel baik dari atau menuju china,” ungkap Iwan.

Selanjutnya, kata Iwan lagi, untuk pemerintah daerah bersama-sama pemangku kepentingan lainnya agar segera melakukan inspeksi dan pengecekan terhadap WNA asal China yang ada di Pulau Bintan baik dalam teritorial Pemkab Bintan maupun Pemko Tanjungpinang, segera pulangkan apabila suspect.

“Dengan cara mengimbau ke masyarakat untuk membatasi pergerakan kelompok WNA china di lingkungan dan disosialisasikan agar membatasi interaksi terhadap WNA asal China. Dengan begitu, mudah-mudahan warga Tanjungpinang dijauhkan dari virus yang berbahaya ini,” pintanya.

Menurut Iwan, kekahawatiran Perpat sangat beralasan dan sangat perlu diperhatikan pemerintah dengan menindak lanjuti kecemasan ini dengan mengambil langkah lebih kongkrit.

“Perlu kita ketahui bahwa beberapa kasus yang muncul justru dalam masa inkubasi tidak menunjukkan gejala umum (pengidap virus ini terlihat baik saja),” katanya.

Untuk diketahui, Perpat Tanjungpinang juga mendatangi Kantor Imigrasi Tanjungpinang. Namun sangat disayangkan, pemimpin Imigrasi tersebut tidak berada di tempat dikarenakan sedang ada kegiatan. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.