Tanjungpinang, (MK) – Pemilik Bakso Jumbo Moro Tresno Tanjungpinang, Tresno membantah usaha baksonya menggunakan boraks atau zat pengawet makanan lainnya seperti hasil penelitian dari Balai Veteriner Bukit Tinggi, Sumatra Barat belum lama ini.
“Kami tidak pernah menggunakan boraks atau pun zat berbahaya lainnya,” papar Tresno, Senin (25/4).
Dari hasil penelitian Balai Veteriner Bukit Tinggi terhadap beberapa makanan yang menggunakan bahan daging pada 4 April 2016 lalu, ditemukan campuran boraks dan formalin. Penelitian itu berdasarkan permintaan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, Kehutanan dan Energi Tanjungpinang.
Salah satu bakso yang diambil sampelnya yakni Bakso Jumbo Moro Tresno. Empat rumah makan lainnya yaitu Rumah Makan Batagor Ihsan, Bata Merah, Bakso Gunung dan Bakso Sederhana.
“Saya kaget hasil laboraturium itu,” ucapnya.
Sementara itu, hasil dari laboratorium Bintan berbeda dengan Bukit Tinggi. Bakso Jumbo Moro Tresno tidak menggunakan formalin, termasuk Bata Merah dan Ihsan.
“Terbukti, bakso kami tidak menggunakan boraks maupun formalin,” katanya. (Red)
