Tanjungpinang, (MK) – Salah satu oknum guru di salah satu SMP Negeri di Kota Tanjungpinang berinisial FH diduga memalsukan tandatangan suaminya untuk membeli satu unit mobil Toyota Altis Putih di PT Agung Automall Tanjungpinang dan melalui PT Mandiri Tunas Finance.
“Saat pembelian mobil itu, saya berada di luar negeri dan saya tidak merasa menyetujui, apalagi menandatangani pembelian tersebut,” papar Suami FH, DS saat dikonfirmasi media ini di KM 9 Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang tepatnya dekat kantor PT. Mandiri Tunas Finance, Selasa (27/9).
Mirisnya, saat FH membeli mobil itu terdapat tandatangan yang diduga dipalsukan oleh seseorang yang mengatasnamakan diri DS.
“Di surat perjanjian Fidusia yang tertuang di akte notaris dan belanko permohonan pembelian mobil itu, tertera tandatangan saya yang diduga dipalsukan oleh FH atau seseorang yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.
DS mengutarakan, FH juga bukan hanya membeli satu unit mobil dalam melakukan pemalsuan tandatangannya, bahkan peminjaman uang ke Bank BRI Lancang Kuning sebesar Rp100 juta dan cair tanpa sepengtahuan dirinya.
“Peminjaman dana sebesar Rp100 juta itu dengan agunan surat tanah atau alashak yang dbeli dengan hasil kerja saya sebagai pelaut yang menggunakan nama FH,” ucap DS kesal.
DS mengemukakan, September ini, FH telah melakukan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang dengan tuduhan dirinya melakukan perselingkuhan.
“Gugatan cerai ini, saya malah menduga dia (FH) menutupi semua ‘kebohongannya’ untuk menguasai semua harta hasil pernikahan yang semua harta itu diurus atas nama FH sendiri,” katanya.
Padahal, kata DS, semua harta yang dimiliki itu merupakan hasil kerja kerasnya sebagai pelaut.
“Kalau hasil dari dia (FH) yang notabenenya sebagai guru, tidak akan sanggup membeli semua yang sekarang dimilikinya, karena gaji FH hanya tinggal Rp118 ribu saja,” ujarnya.
Sebelumnya, FH juga diduga melakukan pemalsuan akte kelahiran anak angkatnya yang dijadikan anak kandung hasil pernikahan FH dengan DS. Namun hal itu dibantah oleh DS.
“Selama saya berlayar, istri saya tidak pernah hamil lagi. Tetapi, sepulang berlayar didapati anak itu sudah ada di rumah dan diakui sebagai anak kandung kami berdua,” ucapnya.
Sementara itu, istri DS, FH saat ingin dikonfirmasi di sekolah tempatnya mengajar tidak pernah menjawab dan selalu menghindar, bahkan hingga berita ini diposting. (NOVENDRA)
