Tanjungpinang, (MK) – Berbekal dengan tekat yang kuat dan semangat gigih yang dimiliki, usaha Tahu Crispy yang dikelola Farok di simpang Jalan Citra depan Lapangan Pamedan A Yani Tanjungpinang dapat berjalan dengan lancar hingga saat ini.
Usaha yang dijalani mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang ini juga, berawal dari modal nekat dirinya untuk menjadi seorang entrepreneur muda di Tanjungpinang.
Akan tetapi, pertama kali membuka usaha Tahu Crispy tersebut, orang tua Farok tidak menyetujuinya. Namun dengan tekad yang kuat, dirinya tetap jalani.
“Dulu orang tua saya tidak setuju jualan seperti ini. Orang tua saya bilang masih mampu. Selain itu, saya juga anak tunggal, tetapi saya tetap nekat dan membuka usaha ini,” ucap Farok saat ditemui MetroKepri.com, Jumat (29/7).
Usaha Tahu Crispy yang dijalani Farok selama dua tahun ini, sudah memliki omset yang lumayan dan telah mempunyai pelanggan tetap di Kota Tanjungpinang.
“Omset saya per hari kurang lebih Rp300 ribu dan untungnya sekitar Rp180 gitu,” katanya.
Berkat usaha Tahu Crispy tersebut, Farok diutus ke Hongkong, Cina, dan Beijing untuk mewakili Indonesia dari perwakilan Sumatera, serta satu – satunya enterpreneur utusan dari Tanjungpinang.
“Dulu salah satu media cetak lokal di Kepri pernah mengadakan enterpreneur school. Maka saya ikut regional Sumatera dan hanya delapan orang yang terpilih termasuk saya perwakilan dari Sumatera sebagai perwakilan pengusaha dari mahasiswa,” paparnya.
Dia mengutarakan, di luar negeri tempat dirinya diutus, dirinya banyak belajar bagaimana cara wirausaha yang baik, bagaimana orang disana mengembangkan bisnisnya bisa maju.
“Sampai disana kita belajar, kita jumpa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Hongkong. Kita banyak sharing – sharing ilmu,” tuturnya.
Usaha Tahu Crispy yang dijalaninya ini juga memiliki berbagai macam rasa yang dipadukan dengan biota laut, karena dirinya kuliah di Fakultas Perikanan.
“Ada rasa sotong, udang, ikan, kerang. Karena saya seorang mahasiswa Fakultas Perikanan, maka saya kembangkan kekayaan laut kita. Sedangkan, tahu ini saya dapat inspirasi dari teman sekolah dulu. Teman saya, dulu usaha ini tapi dia hanya rasa ayam saja,” ucapnya. (RUDI PRASTIO)
