Biaya Transportasi Dibebankan ke Sekolah, Peserta O2SN Natuna Gagal Berangkat

by -235 views
Salah Satu Cabang Olahraga Karate Yang Gagal Diberangkatkan Diajang O2SN Provinsi Kepri
Salah Satu Cabang Olahraga Karate Yang Gagal Diberangkatkan Diajang O2SN Provinsi Kepri

Natuna, (MetroKepri) – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) merupakan event nasional untuk menemukan bibit – bibit baru Indonesia dalam bidang olahraga khususnya siswa jenjang SD, SMP dan SMA.

Tapi, kenyataan pahit harus dirasakan sejumlah siswa peserta O2SN jenjang SMA di Kabupaten Natuna. Pasalnya, siswa tidak jadi berangkat setelah ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

“Ada tiga siswa perwakilan dari SMAN 2 Bunguran Timur, keseluruhan ada 11 siswa. Mereka tidak jadi berangkat setelah ada pemberitahuan melalui WhatApp (WA) dari Dinas Provinsi Kepri,” papar Kepala Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur, Ida Susanti saat dijumpai diruang kerjanya, Sabtu (28/07/2018) siang.

Ida mengutarakan, pemberitahuan ini menerangkan semua biaya transportasi untuk mengikuti O2SN di provinsi dibebankan kepada sekolah. Sementara pihak sekolah anggarannya tidak ada. Oleh sebab itu, atas rapat musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS), sekolah sepakat tidak memberangkatkan siswa ke ajang O2SN di Provinsi Kepri.

“Olimpiade ini dibentuk guna memberikan fasilitas dan motivasi bagi siswa – siswa yang memiliki bakat khusus di bidang olahraga. Kami tidak mampu membiayai transportasi mereka dan ini bukan ranah daerah lagi, karena kewenangan SMA/ SMK sudah ditangan provinsi,” ujar Ida.

Selain kegiatan O2SN, ia menyebutkan kegiatan festival dan lomba seni siswa nasional (FL2SN) SLTA tidak dikirimkan juga ke provinsi, lantaran biaya transportasi tidak ditanggung Disdik Kepri, malah dibebankan ke sekolah.

“Kasihan siswa – siswa itu, mereka sudah berlatih keras dan berharap untuk bertanding ke provinsi. Kalau pun tidak menang, kan bisa menjadi pengalaman buat mereka kedepan. Untuk transportasi tidak sanggup pihak sekolah membiayainya, Natuna jauh dari Tanjungpinang, belum termasuk biaya transportasi untuk pendampingnya dan uang saku siswa,” ucap Ida sedih.

Ida berharap, pemberitahuan seperti ini seharusnya jangan mendadak. Jadi sekolah bisa mengantisipasi dengan membuat proposal. Ida juga menyarankan MetroKepri.com beserta rekan – rekan lainnya untuk menjumpai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Tomo, terkait Disdik Provinsi Kepri tidak menganggarkan transportasi kegiatan O2SN di Kabupaten Natuna.

Saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Tomo mengatakan hal yang sama. Kala itu, ia menerima pesan dari Disdik Kepri bahwa anggaran transportasi kegiatan O2SN jenjang SLTA, di tanggung pihak sekolah. Alasannya, lantaran kondisi anggaran.

Sungguh ironis, perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Kepri dinilai kurang maksimal, dimana seharusnya Natuna mendapat perlakukan khusus, mengingat biaya transportasi dari Natuna cukup tinggi, tidak sama seperti daerah lain yang dapat pergi ke provinsi dengan menggunakan kapal Fery saja. Gagal sudah para siswa di Kabupaten Natuna menunjukkan bakatnya di ajang FL2SN dan O2SN.

Jika hal – hal seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin sejumlah siswa yang menjadi atlet – atlet di Kabupaten Natuna merasa kecewa, terluka dan di anak tirikan. (MANALU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.