
Tanjungpinang, (MK) – Awal tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang kembali akan memetakan wilayah rawan peredaran narkoba.
Tidak hanya itu, angkutan transportasi laut lokal seperti sampan dan pompong menjadi target pengawasan oleh BNN Kota Tanjungpinang.
“Kita akan perketat pengawasan transportasi laut masyarakat lokal, seperti pompong dan sampan. Karena sangat rawan menjadi alat masuknya narkoba,” papar Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Abdul Hasyim Panggabean saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (16/1).
Dia mengatakan, dari beberapa kasus narkoba di Tanjungpinang, pihaknya mendapatkan informasi bahwa peredaran narkoba banyak melalui alat transportasi lokal.
“Kita tahu, kebanyakan didapati dari pelabuhan tikus yang diangkut dari sampan dan pompon. Jadi kita akan kembali meningkatkan koordinasi dengan stakeholder di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.
Dia mengemukakan, ada beberapa indikator yang termasuk karakteristik daerah rawan narkoba.
“Indikator – indicator itulah yang perlu kita jelaskan ke semua elemen untuk pencegahan peredaran narkotika. Misalnya daerah yang ramai pendatang, wilayah wisata dan tempat ramai transaksi barang, semisal pasar,” ucapnya. (SYAIFUL AMRI)
