Tanjungpinang, (MK) – Ketua Badan Penyuluhan dan Konsultasi Hukum (BPKH) Kepri, Taufik Hidayat SH, Mhum menyatakan siap melakukan pendampingan terhadap koperasi – koperasi yang belum memahami masalah aturan dan hukum.
“Bagi koperasi yang tersandung masalah hukum, kita juga siap membantu. Kalau mau bangkit, masalah sekecil apapun yang menyangkut koperasi, kita harus berusaha mencarikan solusi dan jalan keluarnya,” ucap Taufik, Jumat (1/4).
Menurut alumnus UNIBA Batam ini, Pemprov Kepri sejauh ini cukup membantu dalam tumbuh kembangnya koperasi.
“Kalau pemerintah daerah peduli, kemudian ada tambahan support dari Dekopinwil serta para insan yang peduli terhadap koperasi, maka soal kebangkitan hanya soal waktu,” katanya.
Sementara, Gerakan Koperasi Provinsi Kepulauan Riau yang dikutip dari website Pipnews juga mengaku siap menarik gerbong ribuan koperasi di daerah Kepri. Hal itu guna mewujudkan visi 2045 Koperasi Pilar Negara.
“Di tengah masalah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi dan dominasi sistem pasar bebas, koperasi harus bangkit menjadi pilar utama dalam derap pembangunan nasional,” ucap Ketua BKWK Kepri, Yulharmidarti SH yang didampingi Ketua BPKH Kepri Taufik Hidayat SH, Mhum.
Selain itu, menanggapi seruan kebangkitan koperasi sekaligus ajakan Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid dalam Rakornas Badan Khusus dan Lembaga Teknis awal pekan ini di Cirebon, Jawa Barat. Menurut Yulharmidarti, gerakan Koperasi Kepri siap mengimplementasikan momen kebangkitan koperasi di Kepri.
“Ini momentum yang kita tunggu, regulasi dan infrastruktur kita kuat. Saatnya gerakan aksi nyata membangkitkan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Saat ini, dia sudah menghubungi seluruh Koperasi Wanita di Kepri untuk konsolidasi dan siap bangkit.
“Di Kepri terdapat lebih dari 500 Koperasi Wanita. Dari jumlah itu, sebagian besar aktif dan berkembang dengan baik. Mereka sudah siap untuk bangkit,” katanya. (Red)
