
Tanjungpinang, (MK) – Dampak defisit anggaran, pengerjaan Food Court dengan pagu dana sebesar Rp13 miliar diyakini batal pada tahun 2017 ini.
Pasalnya, pengumuman yang seharusnya diumumkan pada Rabu (12/4/2017) kemarin, sampai sekarang belum juga ada informasinya.
Hal ini juga dibenarkan oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, S.Spd kepada sejumlah awak media di lapangan Pamedan, Tanjungpinang.
“Kemungkinan pekerjaan itu batal, karena defisit anggaran walaupun sudah dilelang pekerjaannya. Kalau tidak salah seharusnya semalam diumumkan pemenangnya, tetapi tidak ada,” papar Syahrul, Kamis (13/4/2017).
Kemungkinan, kata Syahrul, pekerjaan yang direncanakan dengan anggaran sebesar Rp33 miliar akan berubah menjadi Rp13 miliar untuk tahap pertama pembangunan karena alasan defisit.
“Saya rasa pembangunan Food Court tahun ini ‘Batal’ karena masih ada pekerjaan yang tunda bayar dan anggaran kita masih defisit untuk pembangunan fisik,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, lelang pekerjaan pembangunan Food Court yang saat ini sudah berjalan terancam batal.
Informasi itu juga didapat dari Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah usai kegiatan workshop PPID kemarin
“Tahun ini kita masih terkena dampak dari defisit anggaran,” ucap Lis kepada awak media ini.
Lis menjelaskan, tahun ini juga ada beberapa kegiatan tahun 2016 yang harus ditutupi dan masih ada kegiatan yang masih tunda bayar.
“Tetapi keputusan batal lelang tersebut belum final. Hari ini juga sedang dilakukan rapat terkait lelang tersebut,” katanya.
Saat ini, kata Lis lagi, sedang berlangsung rapat antara Dinas PU, Bappeda, Inspektorat dan Sekda untuk memastikan hal tersebut.
“Jadi, kita sekarang lagi tunggu hasil rapat. Walaupun lelang sudah berjalan, tetap menunggu hasil rapat apakah dibatalkan atau tidak,”ucapnya. (NOVENDRA)
