Diduga ‘Gelapkan’ Upah Kerja Tukang, Sam Ngaku ‘Pakdul’ Untuk Proyek Lain

by -667 views
4 pekerja pembangunan pelebaran jalan atau mapras di Kampung Bugis yang haknya belum dibayar oleh oknum kontraktor
4 pekerja pembangunan pelebaran jalan atau mapras di Kampung Bugis yang haknya belum dibayar oleh oknum kontraktor

Tanjungpinang, (MetroKepri) – Upah kerja tukang Pembangunan Pelebaran jalan atau Mapras di Kampung Bugis Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota diduga ‘Digelapkan’ oleh pemenang tender proyek tersebut yakni Samsuri yang sekaligus menjabat sebagai Koordinator Badan Keswadayaan Masyakat (BKM) Kampung Bugis.

Pada saat awak media ini dan salah satu awak media online yang ada di Tanjungpinang melakukan konfirmasi kepada Samsuri lewat telpon WhatsApp, Dirinya mengelak dan berupaya membela diri.

“Betul, upah mereka belum saya bayarkan karena pekerjaan tersebut ‘Rugi’. Tapi, saya akan pertanggung jawabkan semua itu dan akan saya bayar setelah pencairan proyek yang di Provinsi,” katanya, Minggu (31/3/2019).

Lanjut Sam sapaan Koordinator BKM ini, dalam pekerjaan yang dikerjakan tersebut diakuinya tidak sesuai dengan anggaran yang ada. Menurut Dia, ada beberapa item pekerjaan seperti pekerjaan membangun kembali dan pengecatan pagar rumah warga yang terkena dampak dari pelebaran jalan tersebut.

“Dipekerjaan itu, susai kontrak kerja hanya dibayar Rp 3 juta lebih. Jadi tidak sesuai dengan di lapangan. Makanya saya bilang proyek tersebut rugi,” bebernya.

Dengan begitu, akhirnya Sam mengakui bahwa upah pekerja yang seharusnya diberikan ke tukang terpakai untuk proyek lain yang akunya didapat dari Pemprov Kepri.

“Saya akui dana tersebut saya pakai dulu (Pakdul) untuk proyek pengadaan mobil tapi nanti sudah cair saya bayarkan upah mereka. Sisinya kan tidak sampai 100 juta lagi, cair saya bayar la,” ujarnya enteng.

Sebelumnya diberitakan, Pekerjaan pembangunan Pelebaran jalan atau Mapras tahun anggaran 2018 yang menggunakan APBD sekitar bulan September 2018 lalu di daerah Kampung Bugis Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Tanjungpinang Kota, pekerja ‘Berang’ terhadap kontraktor pelaksana.

Pasalnya, uapah pekerja pelebaran jalan tersebut didiga belum dibayar sepenuhnya oleh oknum kontraktor Sam sebagai pemborong pekerjaan.

“15 juta lagi upah kerja saya belum dibayar oleh Sam,” kata salah satu pekerja Syaipudin kepada awak media ini, Minggu (31/3/2019) di salah satu kedai kopi di Tanjungpinang.

Parahnya lagi, lanjut Pud sapaan akrabnya pekerja ini, setiap ditagih upah kerja yang menjadi haknya tidak pernah digubris oleh oknum kontraktor tersebut.

“Setiap ditagih ada aja alasannya. Sampai kami ‘Muak’. Dengan ini, saya berharap semua upah kerja kami dapat dibayar oleh Dia (Sam),” ungkapnya.

Selain Dia (Syaipudin), pekerja lainnya juga ‘Berang’ terhadap Syam, yaitu Muhammad Sabir. Dia menjelaskan, sampai sekarang upah kerja dirinya juga tidak dapat diberikan oleh Sam.

“Upah kerja saya sekitar 18 juta rupiah yang belum dibayar oleh Sam. Setiap ditagih selalu saja berdalih dana belum cair,” terangnya miris.

Di waktu yang sama, salah satu pekerja lainnya Syaripudin yang juga Ketua RT 003 RW 006 Kelurahan Kampung Bugis juga mengeluh hal yang sama.

“Bekerja selama kurang lebih 4 bulan, sisa upah yang harus dibayarkan sekitar 6 juta lebih. Sebenarnya kita sudah beberapa kali menyelesaikan secara kekeluargaan tapi hanya janji-janji yang didapat,” ungkapnya.

Pernyatan lain juga diutarakan oleh pekerja Taufik, pekerja pembanguan pelebaran jalan atau Mapras tersebut ada 5 kelompok pekerja yang dijanjikan upah berfariasi dan belum dibayar sepenuhnya oleh oknum kontraktor pemenang tender.

“Sisa upah saya masih sebesar 13 juta rupiah. Setiap ketemu hanya dapat ‘Janji Palsu’ dan sudah beberapa kali bertemu semua kelompok kerja juga tidak membuahkan hasil yang kita harapkan selama ini,” katanya geram.

Sementara itu, Kontraktor pelaksana pekerjaan Pembangunan Pelebaran jalan atau Mapras Sam saat dikonfirmasi lewat telpon WhatsApp mengakui akan hal tersebut.

“Pekerjaan sudah selesai, dana semuanya sudah diberikan tapi pekerjaan tersebut ‘Tekor’. Tapi saya tidak lari dari tanggung jawab, saya ada pekerjaan lain di Pemprov Kepri, kalau sudah cair dananya semua pekerja akan saya bayar,” ujarnya. (*)

Penulis: Novendra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.