
Tanjungpinang, (MK) – Aksi unjukrasa yang dilakukan oleh Ormas Aliansi Masyarakat Cinta NKRI (AMC-NKRI) pada Senin (23/1) kemarin diduga adanya upaya makar dan memicu konflik Sara.
Akan hal itu, Ormas AMC – NKRI dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang atas dugaan upaya makar dan memicu konflik Sara.
Selain itu, tindakan Ormas AMC – NKRI tersebut dinilai telah menggangu kenyamanan dan keamanan di Kota Tanjungpinang.
“Tanjungpinang ini aman, tidak terlibat isu – isu nasional. Jangan gara – gara belasan orang demo semalam, Tanjungpinang jadi kisruh. Sudah cukup daerah luar yang konflik Sara jangan daerah kita,” papar salah satu pengurus Ormas, Dedi Sanjaya, Selasa (24/1) sekitar pukul 10.36 WIB.
Dia mengutarakan, tindakan AMC – NKRI diduga ada orang yang segaja ingin memecah belah masyarakat Tanjungpinang dengan menggunakan isu nasional.
“Saya tahu, isu FPI itu sudah menjadi isu nasional. Meski disini ada FPI, mereka tidak mau mengikuti seperti halnya di Jakarta sana. Cukuplah menjaga keamanan bagi kita semua disini, ini malah mereka (AMC – NKRI) yang berupaya membuat kegaduhan,” ujarnya.
Terkait hal itu juga, Dedi mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh Ormas Islam maupun kepemudaan yang berada di Kota Tanjungpinang.
“Setelah mereka (AMC – NKRI) unjuk rasa di DPRD Kota Tanjungpinang, kita langsung berkoordinasi membahas. Apakah ini ada unsur saranya atau tidak. Seteleh mufakat, kami menyatakan AMC – NKRI memicu konflik sara dan mengusik kenyamanan masyarakat Kota Tanjungpinang yang selama ini tidak pernah terlibat isu nasional,” ucapnya.
Dia mengemukakan, pelaporan ini juga sebagai pencegahan terjadinya upaya makar dan pemicu konflik.
“Laporan ini sebagai pelajaran bagi yang ingin mengusik ketentraman Kota Tanjungpinang,” katanya.
Sementara itu, pantauan dilokasi, beberapa Ormas Islam dan kepemudaan hadir di Mapolres Tanjungpinang dan menyatakan siap untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjamin keamanan dan ketentraman Kota Tanjungpinang. (SYAIFUL AMRI)
