Ditumbuhi Ilalang, Itu Sawah Yang Sudah Panen di Sungai Besar

by -432 views
Plt Kabag Kominfo Humas Setda Lingga, Buana Saat Meninjau Lokasi Sawah Yang Akan Panen
Plt Kabag Kominfo Humas Setda Lingga, Buana Saat Meninjau Lokasi Sawah Yang Akan Panen

Lingga, (MetroKepri) – Dengan adanya pemberitaan terkait sawah di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara yang ditumbuhi ilalang, mendapat tanggapan positif dari Plt. Kabag Kominfo Humas Setda Lingga, Buana F Februari, SE,SH,MM.

Menurut Buana petak sawah yang dipantau tersebut merupakan sawah yang sudah panen.

“Awalnya, tanah itu terbiar dan ditawarkan oleh Pak Ady untuk pembuatan sawah dan pemilik tanah menyetujui. Maka dilakukan pembiayaan awal. Nah, pada saat itu secara lisan disebut dalam garis bawah, kalau berhasil kita adakan bagi hasil 70 – 30. Itu kalau berhasil,” papar Plt Kabag Kominfo Humas Setda Lingga ini kepada MetroKepri, Jumat (4/1/2019).

Didalam perjalanan, kata Buana masyarakat ingin mengelola sendiri. Karena ingin mengelola sendiri, maka diserahkan Pak Ady ke pemilik lahan.

“Pertama panen sekali dua kali berhasil, dan yang ketiga kali masyarakat ingin pegang sendiri. Ternyata, saat dipegang pemilik lahan tidak bisa. Akhirnya ada beberapa yang terbiar,” ujarnya.

Masih kata dia, tapi masyarakat yang betul betul mengikuti pelatihan segala macam itu, berjalan dan panen.

“Jadi disini, kami mau menyatakan bahwa Desa Sungai Besar itu adalah proyek percontohan persawahan. Memang belum mencapai target, kita akui. Permasalahan yang dihadapi petani Sungai Besar adalah permodalan terutama,” ucap Buana.

Dia menjelaskan, permodalan itu menyangkut biaya tenaga kerja untuk mengerjakan sawah itu, bibit dan distribusi pupuk yang belum merata.

“Itu menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkab Lingga dan itu lah yang saat ini sedang kita upayakan, supaya bisa diatasi. Sedangkan lokasi yang ditunjukkan Juai (Ketua Gema Lingga) itu. Itu lokasi yang sudah selesai panen dan pemilik lahan barang kali menurut saya belum ingin menanam kembali, jadi terbiar lahan itu. Tapi kan di lokasi yang lain ada contoh sawahnya bahkan mau panen. Tiga hari lagi panen lah itu,” kata Buana.

Jadi disini, lanjutnya, Pemkab Lingga mengakui belum mencapai target. Pihaknya juga tidak muluk muluk, maka itulah didalam tahun berjalan ini Pemkab Lingga berupaya untuk membanguin infrastruktur yang ada disitu. Karena disampingnya sudah ada gudang Bulog. Disitu juga ada mesin penggilingan padi.

“Tidak mungkin pemerintah membangun infastruktur yang sedemikian, kalau hanya bersifat temprorari. Jadi tak akan mungkin, berarti itukan proyek jangka panjang. Nah yang namanya jangka panjang ada tahapan tahapan yang harus dilalui. Jadi terlalu prematur kita menilai sesuatu itu yang belum selesai, sementara masih dalam tahapan,” pungkasnya.

Permasalahan sawah yang ada di Daik Kabupaten Lingga yang saat ini menjadi perbincangan, akhirnya MetroKepri langsung meninjau lokasi sawah tersebut.

Pantauan di lapangan di lokasi Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara, tampak hamparan lahan sawah yang selama ini diinformasikan berkembang namun tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Lahan perak sawah yang digembar – gemborkan hektaran luasnya hanya tampak miris dan mengkhawatirkan tanpa ditumbuhi sawah yang menguning.

“Abang lihat sendiri kan, apa yang ada di petak sawah ini? Hanya tumbuh ilalang dan secuil tanaman padi yang gagal menguning,” papar Ketua Gema Lingga, Zuhardi kepada awak media ini di lokasi, Jum’at (4/1/2019).

Pernyataan selama ini, Juai sapaan akrabnya Ketua Gema Lingga ini sangat bertentangan dengan fakta yang ada. Dan dia juga membantah bahwa dengan adanya sawah di Desa Sungai Besar ini berdampak dengan perekonomian masyarakat.

“Mana yang namanya mensejahterakan masyarakat? Yang ada di petak sawah ini tidak ada tanaman padi, yang ada cuma lalang dan tanaman liar lainnya. Saya berharap kepada pemerintah pusat, Kepri untuk segera turun ke lokasi yang katanya sangat mensejahterakan masyarakat Desa Sungai Besar ini,” ujarnya. (*)

Penuilis : ALPIAN TANJUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

No More Posts Available.

No more pages to load.