Tanjungpinang, (MK) – Salah seorang sarjana Bahasa Indonesia lulusan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang, Dod Riyanto mencetuskan berbagai jenis ice cream unik di Tanjungpinang.
Pemuda berusia 25 tahun ini juga, memberi nama usahanya dengan nama yang unik yakni Angker Ice Cream. Usaha ice cream ini juga dibukanya diemperan ruko disekitar Jalan DI Panjaitan KM 7 Tanjungpinang, tepatnya sebelah Swalayan Global Tanjungpinang.
Dari nama ice cream yang menyeramkan, tampilan dan bentuk ice ceramnya juga turut tampil seram. Seperti ice cream berbentuk kuburan, pocong, hantu, dan berbagai bentuk ice cream yang sengaja didesaign seram.
“Desaign ice cream seram ini, termotivasi sejak saya selesai kuliah dan nganggur. Sambil nunggu panggilan kerja, saya iseng dan terfikir untuk buka usaha sendiri dengan modal kecil,” ucap Dodi kepada MetroKepri.co.id, Jumat (15/4).
Sehingga, dia tertarik untuk membuka usaha ice cream sendiri di kaki lima. Akan tetapi, usaha ice cream sudah menjamur di Kota Tanjungpinang ini.
“Penjual ice cream sudah banyak di Tanjungpinang ini. Maka, saya sengaja mendesaign ice cream dengan pengajian yang unik agar tampil beda dari ice cream lainnya,” papar pemuda kelahiran Tanjungpinang ini.
Usaha yang dijalani Dodi ini juga dikatakan masih tergolong baru. Dia memulai usahanya pada Februari 2016 lalu. Karena modal yang tidak mendukung, dia terpaksa membuka usahanya diemperan ruko di Jalan DI Panjaitan KM 7 Tanjungpinang.
“Modal saya tidak banyak, terpaksa harus menumpang jualan diemperan ruko ini. Mau tidak mau, saya harus berusaha keras untuk memulai usaha ice cream angker ini,” ucap sarjana lulusan Umrah Tanjungpinang pada tahun 2014 lalu ini.
Dodi mengatakan, berbagai bentuk ice cream yang dijualnya kepada konsumen rata – rata Rp15 ribu per mangkoknya. Sedangkan, untuk bentuk dan jenis tampilan ice cream angker akan dibuat sesuai permintaan konsumen.
Dia mengutarakan, usaha ini bukan hanya sekedar buka usaha, tetapi juga memotivasi interpreneur muda di Kota Tanjungpinang untuk berusaha.
“Alhamdullah, hingga saat ini sudah banyak mahasiswa yang mengikuti jejak usaha kami,” paparnya.
Selama ini, kata dia, kalangan muda atau mahasiswa kebanyakan tidak berani terjun langsung ke dunia usaha atau interpreneur seperti ini.
“Mereka kebanyakan memikirkan modal awal usaha. Namun, modal usaha yang saya jalani ini tidaklah banyak. Cukup bermodalkan bahan – bahan ice cream saja,” katanya.
Dalam melakoni usaha ini juga, Dodi tidak hanya menyajikan ice cream dengan berbentuk seram saja. Tetapi ada juga kuliner lainnya seperti roti bakar, pizza goreng, pisang bakar dan cemilan lainnya.
Sementara, untuk estalase tempat usaha ice cream itu juga, Dodi mendesaignnya dari kayu palet bekas dan dibentuk hingga menjadi menarik.
“Selain itu, kami juga membuka forum diskusi kepada generasi muda atau mahasiswa yang ingin konsultasi membuka usaha. Dengan modal yang tidak terlalu besar, kalangan muda atau mahasiswa serta masyarakat bisa membuka usaha sendiri,” ujar Dodi.
Dalam hal ini, dia bersama rekannya akan membantu konsep dan desaign tampailan estalase dengan berbahankan dari kayu palet bekas.
“Kami akan bantu kerjakan dan buat sesuai model yang dinginkan. Untuk mendapatkan bahan – bahan kayu bekas ini juga, kami memulung selama empat hari, dan membuat estalasenya juga empat hari sudah siap. Masyarakat cukup bermodalkan paku dan cat,” ucapnya.
Hal ini juga, merupakan kreasi dirinya bersama temannya. Konsep ini memang sengaja dibuatnya beda dan hasil karya sendiri. (ALPIAN TANJUNG)
