Natuna, (MetroKepri) – Hari kedua kunjungan kerjanya, Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan menggelar nonton bareng film dokumenter “A Plastic Ocean” di Aula SMAN 1 Bunguran Timur, Kamis 08 November 2018 pagi.
Pada Nobar itu turut hadir Bupati Natuna, Hamid Rizal, OPD, sejumlah kepala sekolah, serta ratusan anak sekolah setingkat SLTA. Pemutaran film dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Nobar film ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap sampah dan sebagai bentuk kampanye anti sampah yang dapat merusak ekosistem laut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Bunguran Timur, Prihatno Budiriyanto mengatakan ini merupakan kesempatan luar biasa. Se level Duta Besar bisa hadir ditengah mereka.
“Sebuah kesempatan luar biasa, karena se level Dubes bisa hadir ditengah – tengah kita semua. InsyAllah setelah ini akan ada diskusi,” paparnya.
Prihatno mengatakan, seharusnya seluruh kepala sekolah SLTA di Natuna akan menghadiri pemutaran film ini. Akan tetapi, karena rentang kendali dan geografis, tidak memungkin mereka datang semua. Bahkan ada yang terpaksa mencarter pompong untuk datang ke Ranai, seperti dari Kecamatan Pulau Tiga.
“Tidak semua kepala sekolah bisa hadir, karena kondisi geografis Natuna 99 persen lautan. Bahkan ada yang naik pompong langsung dari Pulau Tiga,” ujarnya.
Kedatangan Dubes Paman Sam ini diharapkan dapat informasi dan dukungan untuk kemajuan pendidikan di Natuna.

Usai nonton bareng, acara dilanjutkan dengan diskusi. Siswa mendapat kesempatan untuk memberikan pendapat tentang film tersebut dan siswa melontarkan pendapat yang bagus.
Sementara itu Bupati Natuna mengatakan sebelum kunjungan Dubes ke Natuna Pemkab Natuna telah membicarakan banyak hal tentang potensi Natuna dan meminta kepada Dubes agar anak anak dapat beasiswa untuk bisa belajar di AS.
Bupati yakin, anak anak Natuna pintar karena memakan ikan segar, namun untuk meraih beasiswa harus ada uji kompetensi yang harus diikuti karena kuotanya terbatas.
“Saya berharap, adek – adek serius belajar dan terus kembangkan pengetahuan umum lewat TV maupun koran. Tadi kita telah menonton film A Plastik Ocean. Oleh karena itu, kita jaga laut kita dari sampah karena membahayakan dikemudian hari,” ucapnya. (Manalu)
