
Tanjungpinang, (MK) – Laporan dugaan pemalsuan tandantangan yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru di salah satu SMP Negeri di Tanjungpinang atas terlapor FH, hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan pihak Polisi Resor (Polres) Tanjungpinang.
“Kasus itu masih dalam penyelidikan. Insya Allah, nanti kita kabarkan,” papar Kapolres Tanjungpinang melalui Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan melalui pesan singkat telepon selulernya, Senin (20/2/2017).
Dia mengutarakan, kasus tersebut ditanggapi serius oleh pihaknya, termasuk kasus pemalsuan tandatangan.
“Apapun laporannya tetap kita proses. Kan itu ada pasalnya, namun kita harus mengkaji juga,” ujarnya.
Akan hal itu, pihaknya akan segera mengembangkan laporan tersebut hingga pada titik akhir penyelidikan.
“Kita akan follow up kok, nanti kita kabarkan ya mas,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru di salah satu SMP Negeri di Kota Tanjungpinang berinisial FH diduga memalsukan tandatangan suaminya untuk membeli satu unit mobil Toyota Altis Putih di PT Agung Automall Tanjungpinang dan melalui PT Mandiri Tunas Finance.
“Saat pembelian mobil itu, saya berada di luar negeri dan saya tidak merasa menyetujui, apalagi menandatangani pembelian tersebut,” papar Suami FH, DS saat dikonfirmasi media ini di KM 9 Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang tepatnya dekat kantor PT. Mandiri Tunas Finance, Selasa (27/9).
Mirisnya, saat FH membeli mobil itu terdapat tandatangan yang diduga dipalsukan oleh seseorang yang mengatasnamakan diri DS.
“Di surat perjanjian Fidusia yang tertuang di akte notaris dan belanko permohonan pembelian mobil itu, tertera tandatangan saya yang diduga dipalsukan oleh FH atau seseorang yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.
DS mengutarakan, FH juga bukan hanya membeli satu unit mobil dalam melakukan pemalsuan tandatangannya, bahkan peminjaman uang ke Bank BRI Lancang Kuning sebesar Rp100 juta dan cair tanpa sepengtahuan dirinya.
“Peminjaman dana sebesar Rp100 juta itu dengan agunan surat tanah atau alashak yang dbeli dengan hasil kerja saya sebagai pelaut yang menggunakan nama FH,” ucap DS kesal. (SYAIFUL AMRI)
